Berita Utama Entertainment Lintas Daerah News Wisata

Satu Lagi Wisata Alam Bukit Dadali Lereng Gunung Wilis

Pagi Hari Dapat Nikmati Matahari Terbit di Balik Gunung Harjuno

NGANJUK – – Satu per satu, wisata alam di Kabupaten Nganjuk bermunculan. Baru-baru ini, sedang dirintis sebuah wisata alam dengan view menarik di kaki Gunung Wilis, Dusun Sumberklampok, Desa Macanan, Kecamatan Loceret.

Wisata alam berupa bukit ini, dikenal masyarakat sekitar sebagai Bukit Dadali, berpanorama alam penuh bukit dan pepohonan. Hanya saja, kondisinya saat ini masih dalam tahap pembenahan dari bentuk semula yang hanya berupa hamparan rumput ilalang dan beberapa pepohonan di sekelilingnya.

Namun, kelebihan awal, bagi pengunjung yang datang ke lokasi di wilayah Nganjuk Selatan dengan mudah mengagumi keindahan alamnya. Dari bukit, pengunjung dapat menikmati keindahan kota Nganjuk dari kejauhan. Di kanan-kiri, lepas mata memandang, terdapat perpaduan dua bukit menuju keujung panorama. Menyusul, keindahan tebing berkilau terkena pendaran sinar matahari di siang hari, menjurus lekukan jurang-jurang begitu dalam dengan sedikit pepohonan di setiap dindingnya.

Belum cukup keindahan panorama di Bukit Dadali sebelum menikmati keindahan matahari terbit yang dapat dinikmati tepat di ujung Gunung Harjuno, terlihat jelas dengan pancaran sinar menguning dari ufuk Timur.

Tak heran, bagi pengunjung yang hendak menikmati keajaiban matahari nyembul di balik Gunung Harjuno harus datang pagi-pagi buta.

Salah satu view Bukit Dadali menjelang sore hari (foto-sukadi)

Sunarto, salah satu pengunjung yang sempat menikmati keindahan matahari terbit menyampaikan, untuk dapat menyaksikan langsung, harus dibela-belain datang bersepada motor usai shalat Subuh dari ruamahnya. Untuk tidak ketinggalan matahari menyapa pagi, pria asal Desa Kecubung, Kecamatan Loceret itu, harus berkendaraan menembus jalan berliku melewati tengah hutan jati.

“Keindahan matahari terbit Bukit Dadali tidak kalah menarik dibanding pemandangan yang sudah ada, di Nganjuk ternyata juga memiliki lokasi yang bisa untuk menikmati matahari terbit yang menarik, rugi kalau tidak mencoba,” tutur pria yang ngaku baru pertama datang ke Bukit Dadali itu.

Bukan hanya keindahan matahari terbit, bersamaan munculnya matahari, dari bukit Gunung Harjuno juga tampak, seperti kepulan asap keluar dari pucuk gunung. Sayang, saat itu, dia tidak sempat mengabadikan untuk memfotonya.

Menurut Antok, pemuda setempat, nama Bukit Dadali sebenarnya diambil dari sebuah goa yang ada di bawah bukit. Penduduk setempat menyebut, goa yang baru saja ditemukan di dekat lokasi, diberi nama Goa Dadali.

“Sekalian, kalau di bawah ada Goa Dadali, bukitnya langsung diberi nama Bukit Dadali, biar cepat terkenal,” katanya.

Untuk menambah keasyikan para pengunjung, di lokasi bukit sedang dibenahi dengan berbagai bangunan. Diantaranya, dibangun beberapa gazebo, rumah panggung, rumah sangkar burung, rumah pohon, serta anjungan. Tempat-tempat buatan tersebut, menambah keunikan saat pengunjung mencoba menikmati keindahan panorama alam dari atas bukit. Lebih-lebih, di sekitar lokasi, banyak ditata bebatuan besar, berjajar mengelilingi lokasi bukit.

Kelebihan lain dari Bukit Dadali adalah, lokasinya tidak menanjak seperti bukit-bukit lain yang ada di Nganjuk. Pengunjung, cukup mengendarai sepeda motor atau roda empat dengan mudah bisa sampai ke lokasi.

Pengunjung dapat memulai, berangkat dari Kecamatan Loceret atau Pace, menuju arah Desa Bajulan. Sampai di tengah perjalanan, pengunjung bakal menemukan pohon beringin besar, ambil jalur kiri.

Jalan ini satu-satunya menuju Bukit Dadali bila pengunjung berangkat dari arah Bajulan. Mulai, jalan sedikit menanjak, namun sudah beraspal hingga masuk Dusun Sumberklampok.

Dari Dusun Sumberklampok, pengunjung bertemu jalan makadam menuju lokasi berjarak sekitar 2 kilometer. Baik kendaraan roda dua maupun empat dapat langsung dibawa masuk hingga tepat di lokasi.

Jangan takut kelaparan atau kehausan, karena di lokasi sudah tersedia warung yang menjual berbagai makanan tradisional  dan minuman.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *