Berita Utama Birokrasi Bisnis Ekonomi Lintas Daerah News

Titipan Pejabat Hambat Undian Pasar Wage Baru Nganjuk

NGANJUK –– Proses pengundian nomor urut kios Pasar Wage Baru Nganjuk, diwarnai aksi protes oleh sejumlah pedagang. Pedagang mengeluhkan, selain belum dibentuk paguyuban pasar, juga diduga adanya jual beli kios dan titipan nomor undian dari pejabat di Nganjuk untuk mendapatkan kios di bagian depan. Untuk itu, pedagang mendesak Dinas Perindustrian dan Perdangan (Indag) Kabupaten Nganjuk berlaku adil dan lebih memprioritaskan pedagang daripada titipan oknum tertentu.

Sedikitnya ada 275 pedagang Pasar Wage lama akan direlokasi ke Pasar Wage baru. Mereka sedang mengikuti undian nomor urut kios baru, di halaman Kantor Dinas Indag Kabupaten Nganjuk, Senin, 20 Agustus 2018.

Hanya, saat proses undian berlangsung, sempat diwarnai protes pedagang, karena belum dibentuk paguyuban pasar sebelum direlokasi. Selain itu, sejumlah pedagang juga memprotes, karena sebelumnya telah memiliki beberapa kios atas nama satu pemilik, namun setelah diundi, kios-kiosnya dipecah dan menjadi milik orang lain.

“Bahkan jumlahnya lebih dari satu orang,” keluh Suliyadi, salah satu pedagang Pasar Wage Lama.

Yang lebih runyam, muncul indikasi titipan dari sejumlah pejabat di Nganjuk yang menginginkan kios-kios strategis berlokasi di deret paling depan. Dengan demikian, pedagang berharap, pemerintah daerah melakukan sistem undian secara fair, tidak ada permainan apalagi mementingkan titipan daripada nasib pedagang.

“Kami sudah mendengar ada indikasi titipan-titipan dan jual-beli kios sebelum direlokasi,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Indag Kabupaten Nganjuk, Heni Rochtanti mengelak telah ada titipan-titipan dalam proses pengundian kios-kios untuk Pasar Wage baru. Termasuk pemecahan atas nama pemilik serta jual beli kios.

“Semua kami proses sesuai prosedur dan aturan yang ada, tidak ada titipan-titipan,” terang Heni.

Pihak dinas memastikan, hingga saat ini ada 610 kios Pasar Wage baru yang sudah terisi. Hanya, sisanya, kios untuk pedagang daging yang masih banyak kosong.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *