Berita Utama Edukasi Internasional News Prestasi

Gara-gara Daun Anting-anting, Gadis Nganjuk Sabet Dua Medali Emas

Dalam Kancah Lomba Internasioanl “Japan Design and Invention Expo 2018”

NGANJUK –– Reffy Shania Novianti, seorang gadis asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah lomba Internasioanl dalam “Japan Design and Invention Expo 2018”, yang diadakan pada 3 – 5 Agustus lalu. Mahasiswa semester V Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, jurusan Perawat Kesehatan ini, anak Sukrawardana Lutfi Ardanto dan Reni, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

Reffy panggilan akrab dari Reffy Shania Novianti ini tidak sendirian. Dia bersama tiga temannya, sama-sama menyabet dua medali emas sekaligus, dari puluhan perwakilan Benua Asia dan Eropa tersebut. Masing-masing adalah Cucu Eka Pertiwi, Arinda Naimatuz, dan Dwi Utari W.

Mereka berhasil mendapatkan poin tertinggi di bidang biotechnology, health and fitness, dari hasil penelitian daun anting-anting atau yang biasa dikenal dengan daun kucing-kucingan.

Mahasiswi asal UNAIR tersebut berhasil menarik perhatian juri dan mendapatkan dua medali emas sekaligus, yaitu, Gold Medal dari World Invention Intellectual Property Associations dan Special Award dari Malaysia Research and Innovation Society

Menurut Reffy, bersama tiga temannya memutuskan untuk mengamati daun anting-anting lantaran mudah ditemukan di Indonesia, serta jumlahnya berlimpah. Hanya saja, masyarakat belum begitu mengetahui manfaat yang terkandung di dalam daun anting-anting.

Berdasarkan Jurnal Literatur, empat mahasiswi ini mencoba menginovasikan daun anting-anting menjadi sebuah produk obat luka bakar, yang dikemas praktis dalam satu stik multifungsi.

“Stik multifungsi tersebut memiliki dua fungsi yang berkesinambungan. Satu sisi berbentuk spray untuk mengobati luka bakar dan di sisi lain dalam bentuk gel untuk menghilangkan bekas luka,” ujarnya.

Berkat inovasinya, para mahasiswi asal UNAIR tersebut berhasil menarik perhatian juri dan mendapatkan dua  medali emas sekaligus, yaitu, Gold Medal dari World Invention Intellectual Property Associations dan Special Award dari Malaysia Research and Innovation Society.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *