Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News

Waspada Daging Glonggongan Terjual di Pasar Tradisional

Polisi Ngawi Berhasil Gagalkan Distribusi Ratusan Kilogram Daging Sapi Glonggongan, Dipasarkan di Nganjuk

NGANJUK – – Perlu waspada bila membeli daging sapi di pasaran. Termasuk di sejumlah pasar tradisional di Nganjuk, beberapa bulan terakhir ini telah beredar daging sapi glonggongan. Karena atas permintaan konsumen, seorang pemasok daging glonggongan asa Jawa Tengah nekat menjualnya ke sejumlah ke sejumlah pasar di Kabupaten Nganjuk.
Beruntung, pelaku pemasuk daging glonggongan ke sejumlah pasar di Nganjuk dapat ditangkap Tim Kepolisian dari Satreskrim Polres Magetan, Minggu pagi, 05 Agustus 2018 sekitar pukul 05.00 WIB.
Daging sapi glonggongan seberat 300 kg ini dibawa oleh Sriyono, 39, warga RT 05, RW 07, Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggunakan mobil berjenis pick up ber Nopol AD 1856 UW.

Kasubag Humas Polres Magetan, AKP Suyatni mengungkapkan aksi penangkapan terhadap warga Boyolali yang membawa ratusan kilogram daging sapi gelonggongan itu terjadi di Jalan Raya Magetan-Maospati, tepatnya di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Peristiwa berawal dari kecurigaan petugas patroli Polres Magetan yang melihat kendaraan tersangka membawa muatan yang terlalu berat.

”Petugas curiga dengan muatan dari kendaraan tersangka, setelah diamankan dan dilakukan uji sampel terhadap daging tersebut ternyata daging sapi tersebut adalah daging gelonggongan,” jelas AKP Suyatni, dalam keterangan pers pengungkapan kasus ini, Selasa 7 Agustus 2018.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka aksi nekat tersebut sudah kerap kali dilakukan dalam kurun waktu beberapa bulan ini karena permintaan konsumen. Daging sapi gelonggong akan diedarkan di wilayah Nganjuk dengan harga Rp 84 ribu per kilogram.

Suyatni menegaskan bahwa tersangka Sriyono dijerat dengan Pasal 62 ayat 8 UU perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara serta denda Rp 2 Miliar.

“Tersangka pengedar daging sapi glonggongan dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang perlindungan Konsumen Pasal 8 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen atau pasal 135 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan,” pungkasnya.
Reporter: Sukadi
Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *