Berita Utama Lintas Daerah News

Masih Misteri Semburan Sumur Raksasa di Ngawi

Pemkab Janji Datangkan Tim Ahli BMG

NGAWI –– Hingga kini, semburan air dari sebuah sumur pantek bertenaga listrik yang terjadi tiba-tiba di area persawahan, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kebupaten Ngawi, Jawa Timur masih menjadi misteri. Sejak keluar dari dalam tanah, beberap hari lalu, air mancur raksasa yang muncrat ke atas mencapai ketinggian sekitar 30 meter itu, belum diketahui sebab-musababnya. Bahkan, air terus menyebur ke angkasa hingga menggenangi area persawahan di sekitarnya.

Akibatnya, saking kuatnya semburan, gerusan air terus terjadi hingga merusak bangunan rumah sumur pompa milik Mujianto, petani setempat.

Karuan saja, fenomena alam tersebut menarik perhatian semua warga sekitar, hingga pejabat daerah. Mulai bupati, Kodim 0805, dan Polres Ngawi ikut turun ke lokasi, memastikan dampak yang mungkin timbul akibat semburan air mancur raksasa.

Bupati Ngawi,  Budi Sulistyono menyampaikan, setelah mengetahui adanya semburan air mancur raksasa di daerahnya, pemerintah daerah bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat intensif melakukan pengawasan.

“Untuk memastikan kondisi aman, Pemerintah Kabupaten Ngawi akan mendatangkan tim ahli, dari Dinas Pertambangan Propinsi Jawa Timur, berikut Badan Meteorologi dan Geofisika, untuk memastikan penyebab terjadinya semburan air tersebut,” kata Budi Sulistyono, Bupati Ngawi.

Letkol ARH. Hany Mahmudhi, Komandan Kodim 0805 Ngawi menyampaikan, bersama jajarannya, Kodim 0805 Ngawi juga akan terus melakukan patrol bersama Polres Ngawi.

“Pengamanan diperlukan, karena tanah di pusat semburan, terlihat mengalami erosi, dikuatirkan bisa membahayakan keselamatan warga,” ujar  Komandan Kodim 0805 Ngawi.
Kejadian aneh tersebut menjadi tontonan warga. Bahkan setiap hari jumlahnya terus bertambah, menyaksikan dari dekat air mancur raksasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya itu. Hanya, semburan tidak setinggi pertama kali air menyembur dari dalam tanah. Kini semburan telah berkurang menjadi sekitar 25 meter dari dasar tanah.

Hingga kini, pemilik lahan dan para petani setempat, hanya bisa menunggu tim ahli yang akan didatangkan ke  kawasan tersebut. Semburan air yang keluar dari sumur tersebut, hanya dibiarkan begitu saja menggenangi area persawahan mereka.

Reporter: sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *