Berita Utama Lintas Daerah News

Isak Tangis Lepas Jamaah Haji Asal Nganjuk

Dua Jamaah Gagal Berangkat dan Satu Orang Diangkut Ambulance Menuju Embarkasi Surabaya

NGANJUK –– Haru, Isak dan tangis mewarnai pemberangkatan jamaah haji asal Nganjuk, Jawa Timur. Sebelum berpisah dengan sanak keluarganya, sejumlah jamaah harus terlepas begitu memasuki pintu gerbang pendapa kabupaten. Sontak, air mata meleleh begitu petugas yang menjemput di mulut pintu gerbang siap menghantar menuju pendapa.

Saat itu pula, adegan dramatis, antara jamaah dengan keluarga yang melepas terjadi. Mereka saling merangkul dan mendekap erat sambil mengucapkan kata-kata perpisahan, lantas melepas perlahan. Lantaran, para pengantar tidak diperbolehkan untuk masuk area pendapa, apalagi mengikuti prosesi pelepasan jamaah haji sore itu, Minggu, 05 Agustus 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. Ada yang diantar menggunakan kursi roda, ada yang dibopong, ada pula harus dirangkul kedua tangannya.

Sedikitnya ada 444 jamaah haji asal Nganjuk dilepas sore itu oleh Pj. Bupati Nganjuk Sudjono. Mereka menempati kloter 59, berangkat menuju embarkasi Sukolilo, Surabaya.

Plt. Kasi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk, Farid Wadji, A.Ag.MM menyampaikan, jamaah haji asal Nganjuk terbagi dua kloter dari 777 orang yang akan diberangkatkan ke tanah suci. Yakni kloter 59 dilepas dari Nganjuk, Minggu, 05 Agustus 2018, sebanyak 444 orang, dan kloter 62 diberangkatkan Selasa, 07 Agustus 2018 sebanyak 331 orang. Sedangkan dua calon jamaah haji gagal berangkat karena sakit.

”Ada dua jamaah yang tidak mendapatkan disposisi dari kemenag karena kondisi kesehatan. Akhirnya yang bisa diberangkatkan ke tanah suci totalnya menjadi berkurang, tinggal 775 orang,” ujarnya.

Dari keterangan Plt kasi haji juga bahwa jamaah haji termuda di kloter 59 berusia 19 tahun atas nama Amara Husna Yonda warga jalan Urip Sumoharjo nomor 6 Desa Kudu Kecamatan Kertosono. Sementara untuk jamaah haji tertua berusia 88 tahun di kloter 59 bernama Supilah warga Desa Jogomerto RT 03 RW 02 Kecamatan Tanjunganom.

Dari total 444 jamaah haji kloter 59, ada satu jamaah harus diangkut menggunakan ambulance, karena sakit. Dia adalah Basuki Rahmat, warga Perumahan Pondok Kencana, Klurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *