Berita Utama Lintas Daerah News

Tak Bisa Renang, Dua Pelajar di Ngluyu Tewas Tenggelam

NGANJUK –– Dua pelajar salah satu MTs di Nganjuk Jawa Timur, tewas tengelam. Diduga, korban diketahui bernama Irfan, (14) dan Ferari, (15) tenggelam lantaran tidak dapat berenang. Akibatnya, keduanya tewas bersama-sama saat berenang di sebuah kedung sungai Puspo, Sabtu siang, 04 Agustus 2018.

Menurut keterangan Rio, (14) teman korban, awalnya mereka bersama-sama hendak bermain di tengah hutan jati, petak 222, masuk wilayah Kecamatan Ngluyu. Begitu melihat ada sungai, kedua korban langsung menuju sebuah Kedung Sungai Puspo. Sementara, Rio ditemani Bayu Aprilian masih berada agak jauh dari lokasi kejadian.

Pertama yang ingin menceburkan diri untuk berenang adalah Ferari, pelajar asal Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso. Tidak menduga, kondisi kedung terlalu dalam, Ferari langsung tenggelam, karena tidak bisa berenang. Mengetahui temannya tenggelem, tanpa berpikir panjang, Irfan berusaha menolong. Namun nahas, Irfan pun ikut tenggelam ke dalam kedung yang airnya tenang itu.

“Kami tidak berani menolong karena kedungnya terlalu dalam, terus naik minta tolong,” terang Rio, di lokasi kejadian.

Begitu mengetahui kedua temannya tenggelem, Rio dan Bayu tidak dapat berbuat banyak. Lantaran mereka juga tidak dapat berenang. Sedangkan kondisi air kedung begitu dalam. Akhirnya, kedua anak tersebut mengurungkan niatnya untuk menolong. Mereka memilih kembali naik ke bukit, sambil menangis mencari bantuan.

Selang beberapa saat, warga yang berada dekat lokasi langsung mendatangi tempat kejadian, dan memberi melakukan pencarian.

Sekitar 1 jam, kedua jasad korban berhasil ditemukan setelah datang bantuan relawan dari BPBD Nganjuk. Selanjutnya, kedua jenazah korban tenggelam dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan pemeriksaan dengan ditunggui keluarganya.

Reporter: Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *