Berita Utama Budaya Entertainment Nasional News

Suyanto Kolektor 1033 Keris Asal Nganjuk

NGANJUK –– Berawal dari hobi, Suyanto, warga Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kini berhasil menjadi kolektor keris terkenal. Bukan hanya di Jawa Timur, nama Suyanto juga dikenal hingga tingkat nasional. Lantaran, jumlah keris yang berhasil dikoleksi sejak tahun 1989 hingga sekarang telah berjumlah lebih dari seribu buah.

Koleksi keris dengan jumlah puluhan atau ratusan adalah sudah sering ditemukan. namun bila jumlah koleksinya mencapai seribu lebih itu baru luar biasa. Seperti koleksi keris dengan berbagai bentuk dan ukuran yang dimiliki seorang kolektor, asal Nganjuk ini sungguh mengejutkan, jumlahnya mencapai 1033 buah.

Bahkan, usia keris koleksinya cukup tua, serta seluruhnya buatan para Empu terkenal pada jaman kerajaan, mulai kerajaan Singosari, Majapahit, hingga Mataram ada dalam galeri keris di rumahnya.

Suyanto mempresentasikan koleksi kerisnya (foto:sukadi)

Menurut Suyanto, keris tertua miliknya berumur ratusan tahun silam, yakni bernama Kiyai Bethok, produk empu di jaman kerajaan Singosari. Sehingga, Kyai Bethok dijadikan penetral semua koleksi keris miliknya yang disebut tindhih.

“Kalau memiliki koleksi keris lebih dari dua, harus ada penetralnya, yaitu keris yang usianya lebih tua,” ujar Suyanto, sambil menunjukkan Tindhih Kyai Bethok, Rabu, 25 Juli 2018 di rumahnya.

Hanya, dari ribuan buah keris koleksinya, ada satu keris yang paling disukai, yakni bernama Satriyo Pinayungan, karya Empu Supa di jaman Majapahit. Keris kecintaannya ini bukan hasil dari membeli, melainkan hadiah dari seorang kiai.

Untuk mendapatkan koleksinya, Suyanto tidak tanggung-tanggung harus mengeluarkan uang ratusan juta rupiah. Bahkan ada salah satu koleksinya bernilai fantastic. Sayang, meski koleksinya mencapai seribu lebih, Suyanto memilih untuk tidak diperjual belikan.

“Kalau saya jual, kuatir dijual kepada kolektor dari luar negeri, bisa jadi keris-keris yang asli dan memiliki usia tua habis dibawa ke luar negeri,” tegasnya.

Termasuk, ada empat buah keris miliknya sempat ditawar oleh kolektor. Namun tidak dilepas, lantaran kecintaannya terhadap hasil karya budaya bangsa berupa keris sangat tinggi. Masing-masing adalah keris Sepang Kinatah Kamarogan Mataram, Naga Tapak Angin Kinatah Kamarogan Mataram,  Nagaraja Kinatah Kamarogan Majapahit, dan Sepang Hamengkubuwono Makara Mataram.

“Tinggi rendahnya harga keris ada tiga patokan, memiliki nilai sejarah, keindahan, dan estetika,” katanya.

Suyanto juga mengakui bahwa penghobi keris sering dicitrakan sebagai orang kuno yang menyenangi dunia mistik dan klenik. Tapi, dia tidak setuju dengan pendapat itu. keris adalah benda budaya, punya sejarah dan estetika tinggi.

Meski begitu, dia menghormati orang-orang yang menilai keris dari sisi spiritual. Benda itu dibuat secara susah payah oleh para empu. Ada doa-doa yang dipanjatkan saat menempa bilah. Tentu itu membawa energi tertentu yang sah-sah saja kalau diyakini.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *