Berita Utama Birokrasi Nasional News

Nganjuk Terima Tiga Penghargaan Nasional Sekaligus

SURABAYA – – Kabupaten Nganjuk berhasil meraih tiga penghargaan tingkat nasional sekaligus, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA -RI).

Masing-masing untuk kategori Pratama sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), lalu kategori Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Tahun 2018, Senin 23 Juli 2018 di Dyandra Conventin Hall Surabaya.

Selain itu, Kabupaten Nganjuk juga menyabet Dafa Award 2018 sebagai ajang pengumpulan data dan Informasi Forum Anak se- Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada Forum Anak Nganjuk sebagai “Pelopor Lingkungan Pratama”, diserahkan langsung oleh Asisten Deputi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak bertempat di Hotel Singgasana Surabaya pada tanggal 22 Juli 2018.

Penghargaan Kabupaten Layak Anak dengan kategori Pratama, serta Pukesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Tahun 2018 diterima langsung Pj. Bupati Nganjuk Drs. Sudjono, MM., dan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise.

Turut hadir dalam malam penganugerahan dan penghargaan tersebut kepala Bappeda Kab Nganjuk, kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab Nganjuk, Dinas Kesehatan Kab Nganjuk, Kepala Pukesmas Kab Nganjuk, juga OPD yg membidangi.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise didampingi oleh Debuti Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N. Rosalin dalam Konferensi Persnya menyampaikan, upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat. Tidak hanya ibu dan ayah, akan tetapi orang dewasa yang ada dalam keluarga.

“Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal jika seluruh keluarga di Indonesia memahami dan mendukung pemenuhan hak anak dalam keluarga masing-masing. Jadikan hak anak sebagai prioritas utama untuk mendukung tumbuh kembangnya,” ujar Menteri Yohana.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise menyampaikan bahwa Penganugerahan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas segala upaya para Gubernur, Bupati dan Walikota serta para penerima lainya dalam memenuhi amanat konstitusi, yaitu upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak melalui Keppres Nomor 36 Tahun 1990, dimana negara berkewajiban memenuhi hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak.

Pada tahun 2018 ini, sebanyak 389 kabupaten/kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA. Dari jumlah tersebut, 177 kabupaten /kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori. Penghargaan Anugerah KLA tersebut bertujuan agar pemerintah dapat mendorong keluarga-keluarga, Masyarakat, Media di wilayahnya untuk semakin paham pada upaya pemenuhan hak anak.

Selain penghargaan KLA, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Yohana Susana Yambise juga memberikan penghargaan kepada daerah yang terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina Forum anak, merespon pembentukan Unit pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA), serta mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), menyelenggarakan pelayanan Ramah Anak di pukesmas, dan melakukan inovasi-inovasi dari kemajuan pengembangan anak diwilayahnya serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.

Penilaian KLA tersebut dilakukan oleh tim yang beranggotakan Pakar Anak, Kementerian atau lembaga (Kemenko PMK), Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden dan KPAI.

“Tahapan penilaian melalui empat tahap, yaitu penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan finalisasi,” ujarnya

Dalam penilaian KLA, Kementerian PPPA membagi ke dalam 5 kriteria yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA, Ia berharap penghargaan ini bisa mendorong pemimpin daerah untuk memacu diri meningkatkan perhatian pada pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus di wilayahnya masing-masing.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Debuti Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Gubernur, Kepala Daerah Kabupaten Kota se Indonesia, serta Aktivis Pemerhati Anak.

Pj. Bupati Nganjuk Drs. Sujdono, MM., dalam komentarnya pada saat malam penganugerahan di Dyandra Convention Center Surabaya pada tanggal 23 Juli 2018, memberikan Apresiasi atas kinerja Dinas Sosial PPPA, Dinas Kesehatan, Pukesmas Nganjuk, Gugus tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Nganjuk, serta masyarakat dan Dunia Usaha yang telah mendukung Pemerintah Kabupaten Nganjuk mendapatkan penghargaan tersebut.
Reporter: Sukadi
Editor: Yuniar N.

URABAYA –  – Kabupaten Nganjuk berhasil meraih tiga penghargaan tingkat nasional sekaligus, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA -RI).

Masing-masing untuk kategori Pratama sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), lalu kategori Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Tahun 2018, Senin 23 Juli 2018 di Dyandra Conventin Hall Surabaya.

Selain itu, Kabupaten Nganjuk juga menyabet Dafa Award 2018 sebagai ajang pengumpulan data dan Informasi Forum Anak se- Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada Forum Anak Nganjuk sebagai “Pelopor Lingkungan Pratama”, diserahkan langsung oleh Asisten Deputi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak bertempat di Hotel Singgasana Surabaya pada tanggal 22 Juli 2018.

Penghargaan Kabupaten Layak Anak dengan kategori Pratama, serta Pukesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Tahun 2018 diterima langsung Pj. Bupati Nganjuk Drs. Sudjono, MM., dan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise.

Turut hadir dalam malam penganugerahan dan penghargaan tersebut kepala Bappeda Kab Nganjuk, kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab Nganjuk, Dinas Kesehatan Kab Nganjuk, Kepala Pukesmas Kab Nganjuk, juga OPD yg membidangi.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise didampingi oleh Debuti Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N. Rosalin dalam Konferensi Persnya menyampaikan, upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat. Tidak hanya ibu dan ayah, akan tetapi orang dewasa yang ada dalam keluarga.

“Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal jika seluruh keluarga di Indonesia memahami dan mendukung pemenuhan hak anak dalam keluarga masing-masing. Jadikan hak anak sebagai prioritas utama untuk mendukung tumbuh kembangnya,” ujar Menteri Yohana.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise menyampaikan bahwa Penganugerahan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas segala upaya para Gubernur, Bupati dan Walikota serta para penerima lainya dalam memenuhi amanat konstitusi, yaitu upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak melalui Keppres Nomor 36 Tahun 1990, dimana negara berkewajiban memenuhi hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak.

Pada tahun 2018 ini, sebanyak 389 kabupaten/kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA. Dari jumlah tersebut, 177 kabupaten /kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori. Penghargaan Anugerah KLA tersebut bertujuan agar pemerintah dapat mendorong keluarga-keluarga, Masyarakat, Media di wilayahnya untuk semakin paham pada upaya pemenuhan hak anak.

Selain penghargaan KLA, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Yohana Susana Yambise juga memberikan penghargaan kepada daerah yang terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina Forum anak, merespon pembentukan Unit pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA), serta mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), menyelenggarakan pelayanan Ramah Anak di pukesmas, dan melakukan inovasi-inovasi dari kemajuan pengembangan anak diwilayahnya serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.

Penilaian KLA tersebut dilakukan oleh tim yang beranggotakan Pakar Anak, Kementerian atau lembaga (Kemenko PMK), Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden dan KPAI.

“Tahapan penilaian melalui empat tahap, yaitu penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan finalisasi,” ujarnya

Dalam penilaian KLA, Kementerian PPPA membagi ke dalam 5 kriteria yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA, Ia berharap penghargaan ini bisa mendorong pemimpin daerah untuk memacu diri meningkatkan perhatian pada pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus di wilayahnya masing-masing.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Debuti Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Gubernur, Kepala Daerah Kabupaten Kota se Indonesia, serta Aktivis Pemerhati Anak.

Pj. Bupati Nganjuk Drs. Sujdono, MM., dalam komentarnya pada saat malam penganugerahan di Dyandra Convention Center Surabaya pada tanggal 23 Juli 2018, memberikan Apresiasi atas kinerja Dinas Sosial PPPA, Dinas Kesehatan, Pukesmas Nganjuk, Gugus tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Nganjuk, serta masyarakat dan Dunia Usaha yang telah mendukung Pemerintah Kabupaten Nganjuk mendapatkan penghargaan tersebut.
Reporter: Sukadi
Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *