Berita Utama Hukum Kriminal Nasional News

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Tofiq KPK Panggil Ketua DPRD Jatim

NGANJUK-– Kasus gratifikasi dengan tersangka eks Bupati Nganjuk Taufiqurrahman tampaknya terus menggelinding ke mana-mana. Kabar paling grew, KPK rupanya juga memanggil Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar. Pemeriksaannya dijadwalkan, Rabu 25 Juli 2018, di Gedung KPK Jakarta.

Namun, sampai pukul 12.00 WIB siang, kakak kandung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu belum tampak datang ke Kantor KPK di Kuningan, Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam keterangannya kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu 25 Juli 2018 mengatakan, Abdul Halim Iskandar dipanggil dan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TFR (Taufiqurrahman, red).
Belum diketahui pasti kaitan Abdul Halim dalam dugaan gratifikasi yang diterima Taufiqurrahman. Selain menjabat sebagai ketua DPRD Jawa Timur, kakak Cak Imin itu juga menduduki posisi ketua DPW PKB Jawa Timur.

Taufiqurrahman ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka suap terkait mutasi dan promosi jabatan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, bersama-sama dengan empat orang pejabat bawahannya di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Untuk kasus suap ini, Taufiq telah diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada 22 Juni 2018, dengan putusan penjara selama 7 tahun dan denda uang Rp 350 juta.

Sedangkan untuk kasus gratifikasi yang kini sedang disidik KPK, Taufiq diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 5 miliar selama menjabat Bupati Nganjuk 2013-2017. Selain itu, Taufiqurrahman juga dijerat sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

KPK Telah Menyita Mobil Mewah hingga Tanah 10 Hektare

mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman diduga telah membelanjakan penerimaan gratifikasi tersebut untuk membeli mobil yang diatasnamakan orang lain, tanah, dan uang tunai ataupun dalam bentuk lain.

Barang-barang yang dibeli Taufiqurrahman menggunakan uang gratifikasi itu di antaranya, 1 unit mobil Jeep Wrangler Sahara Artic 4D Tahun 2012, 1 unit mobil Smart Fortwo.
Pada Desember 2017 lalu, tim KPK juga kembali datang ke Kabupaten Nganjuk untuk melakukan penyitaan aset Taufiqurrahman, antara lain tanah seluas 10 hektare di hutan Puh Tulis, Desa Suru, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

“Tanah ini dibeli oleh Pak Taufiq (Taufiqurrahman, red) tahun 2015. Tiap hektare dihargai Rp 100 juta, jadi totalnya Rp 1 miliar,” ujar Suwadi, mantan Kepala Desa Suru, kepada wartawan.

Menurut penuturan Suwadi, Taufiq tak membeli tanah itu secara langsung, melainkan lewat tangan pejabat Camat Ngetos saat itu, selaku bawahannya.

  1. Reporter: Sukadi
    Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *