Berita Utama Birokrasi Hukum Kriminal Lintas Daerah News

Diduga Selewengkan Dana Desa Kades Candirejo Diperiksa Inspektorat

NGANJUK –– Satu per satu, dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) mulai terungkap. Kini giliran Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang menjadi bidikan aparat hukum, menyusul ditemukannya adanya dugaan penyelewengan dana yang bersumber dari APBN tahun 2017 yang diperuntukkan bagi desa setempat oleh oknum Kades (Yul), beserta beberapa perangkat terkaitnya.

Akibatnya, Yul bersama beberapa perangkat desanya diperiksa oleh Inspektorat Daerah Nganjuk atas dana yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa di Desa Candirejo tersebut, Jumat pagi, 20 Juli 2018 .

Pertama, petugas memeriksa Kades Yul, menyusl Bendahara Desa, serta beberapa aparat desa yang sekait dengan pengelolaan DD dan ADD tahun 2017.

Pemeriksaan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, petugas langsung mengecek lokasi pekerjaan dan melakukan pengukuran. Sedikitnya ada tiga titik lokasi yang diperiksa petugas dari inspektorat. Yakni, pembangunan pemeliharaan jalan Desa Candirejo, jalan desa dalam kompleks perumahan Candirejo, dan jalan desa di lingkungan Dusun Kalangan, desa setempat.

Kepala Desa Candirejo, Yuli Herlinawati dan Sawiji, Pelaksa Kegiatan (foto-ito)

Data yang dihimpun menyebut, berdasarkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Des) Candirejo tahun tahun 2017, dana digunakan untuk membangunan fisik di 9 lokasi. Sementara yang dikerjakan hanya 6, sedangkan 3 bangunan fisik lainnya belum terlaksana. Masing-masing, penerangan jalan umum desa, pagar kantor desa, dan pemlesteran masjid desa setempat.

Sawiji, Kaur Perencanaan Desa Candirejo selaku Pelaksana Kegiatan (PK) membeberkan, dari 6 proyek yang dikerjakan, dia hanya kebagian 1 proyek, berupa Gubuk Petani. Sedangkan 5 proyek lainnya, dikerjakan sendiri oleh Kades Yul.

Meskipun dirinya sebagai PK, lanjut Sawiji, namun dia tidak tahu menahu tentang alur keuangan maupun pelaksanaan proyek fisik tersebut, termasuk besaran biayanya. “Tidak benar jika proyek fisik itu saya yang mengerjakan. Saya sebagai PK hanya disuruh memantau pekerja di proyek. Semuanya yang ngatur ya bu lurah, termasuk pembelian materialnya,” beber Sawiji.

Kades Candirejo, Yuli Herlinawati menyampaikan hasil pemeriksaan inspektorat di desanya adalah rutin dilakukan setiap tahun. Hanya, Yuli enggan berkomentar jika pemeriksaan inspektorat terkait adanya dugaan penyelewengan DD dan ADD di desanya.

“Kalau masalah itu (DD dan ADD,red) saya tidak tahu,” ucap kades yang dikabarkan jarang ngantor ini.

Sedangkan, Suharjito, Bendahara Desa Candirejo mengatakan sebagian dana pembangunan fisik telah diminta Kades Yul sebesar Rp 400 juta.

“Saya punya catatannya, Bu Lurah (Kades Yul,Red) minta uang proyek Rp 400 juta,” katanya.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *