Berita Utama Lintas Daerah News

Potret Kemiskinan : Nenek Buta Hidupi Kakaknya yang Juga Buta

NGANJUK –– Kemiskinan tetap menjadi problem sosial bagi pemerintah. Salah satunya adalah Nenek Yatemi, 85 warga Lingkungan Kujonmanis, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Seorang nenek dengan kondisi buta ini adalah salah satu potret kemiskinan yang ada di Bumi Anjukladang. Bukan saja terlunta-lunta, dia juga tinggal serumah dengan saudara tuanya, Yatinah, 90 yang sama-sama menderita kebutaan sejak lama. Menariknya, kendati hidup menderita, untuk menyambung hidup bersama saudara perempuannya, Yatemi tidak berharap uluran tangan dari orang lain. Setiap hari, dia ikhlas mengais rejeki berjualan pisang di depan Pasar Warujayeng.

Hasil dari berjualan pisang pun tidak seberapa. Barang dagangan yang ia jual titipan dari orang lain, hanya berharap upah Rp 3 ribu tiap “cengkeh”. Itu pun harus menunggu pembeli dari pagi hingga siang hari di teras toko, depan Pasar Warujayeng.

Menurut Yatemi, berjualan pisang titipan orang lain sudah dilakoni sudah bertahun-tahun. Selalu berangkat pagi, pulang siang hari, diantar-jemput oleh tukang becak.

“Pokok e, ben cengkeh, regine gangsalwelas ewu, kula angsal upah tigangewu, saking tiyang sing gadhah gedhang. (Pokoknya, setiap ‘cengkeh’, harganya limabelas ribu, saya dapat upah tiga ribu dari orang yang punya pisang,” terang Mbah Yatemi ditemui wartawan di teras toko, tempat ia berjualan setiap hari.

Menurut Mbah Yatemi, semasa masih bisa melihat, dia sudah terbiasa jualan pisang keliling kampung. Namun sejak sekitar 5 tahun lalu, dia hanya bisa menjual barang dagangan milik orang lain.

“Kula tlateni mawon, sadeyan teng mriki, damel mangan kalih mbakyu kula. Saya telateni saja, jualan di sini, untuk makan bersama saudara tua saya,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Mbah Yatemi menjalani penderitaan bersama saudara tuanya cukup lama. Meski keduanya mengalami kebutaan, berjalanpun harus hati-hati, namun belum ada pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk mengentaskan penderitaannya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *