Berita Utama Bisnis Ekonomi Lintas Daerah News Pertanian UMKM

Orang Ngetos Suling Daun Cengkeh jadi Atsiri Ini Alasannya!

NGANJUK –– Cengkeh, salah satu tanaman rempah ini sudah sejak lama dibudidayakan dan digunakan untuk berbagai campuran masakan dan makanan lainnya karena sifat menghangatkan dan aroma khas yang sangat nikmat. Tanaman cengkeh ini hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan seperti buah, daun dan batangnya.

Hanya, bagian tanaman cengkeh yang hampir terabaikan adalah daunnya, yang semula oleh petani cengkeh, daun yang berguguran dari batang pohonnya dibuang begitu saja atau dibakar. Padahal, daun cengkeh bila dikeringkan dapat dimanfaatkan sebagai minyak cengkeh atau sering dikenal dengan sebutan minyak atsiri dan bernilai ekonomis cukup tinggi.

Salah satunya, seperti ditekuni Imam Bukhori, petani cengkeh Dusun Tengger, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Daun-daun cengkeh yang rontok dari pohonnya dikumpulkan, kemudian disuling menjadi minyak atsiri. Dalam sekali proses penyulingan, dapat dihasilkan sekitar 10 kilogram minyak atsiri.

Daung cengkeh kering siap dimasukkan ketel (foto-bagus)

Menurut Imam Bohkori, pengusaha olahan daun cengkeh ini mengaku sudah puluhan tahun menyuling daung cengkeh menjadi minyak atsiri. Dalam sehari, dapat dilakukan proses penyulingan dua kali, dengan hasil, tiap proses penyulingan didapat rata-rata 10 kilogram minyak atsiri.

Secara ringkas, tahap-tahap  yang berlangsung dalam proses penyulingan minyak cengkeh dapat di uraikan sebagai berikut:

Pertama, bahan baku berupa daun cengkeh yang akan disuling dimasukkan kedalam ketel suling. Jumlah bahan yang akan di suling harus disesuaikan dengan kapasitas ketel suling. Pengisian bahan jangan sampai dipadatkan karena akan mengurangi efisiensi jumlah minyak yang tersuling juga waktu yang diperlukan menjadi lebih lama. Hal ini  akan menghabiskan biaya, tenaga, dan bahan bakar lebih banyak. Dalam pengisian ketel suling tidak terlalu penuh, tapi harus ada ruang kosong.

Kedua, bahan yang ada dalam ketel suling akan dipanasi dengan uap panas yang basah serta memanasi sel atau kantong kelenjar yang berisi minyak. Uap yang telah merasuki seluruh bahan akan keluar melalui leher ketel suling menuju kondensor atau pendingin. Komponen  yang tedapat di dalam  uap yang telah melewati bahan  dan menuju kondensor tersebut berisi air yang mengandung minyak.

Ketiga, selanjutnya dalam kondensor, uap yang terdiri dari air dan minyak  akan diembunkan menjadi fasa cair. Hal ini dapat diketahui dengan keluarnya destilat yang berupa cairan  dari dalam kondensor tersebut. Destilat yang keluar melalui alat pendingin akan tertampung dalam wadah pemisah air dan minyak. Dengan demikian air dan minyak akan terpisah dengan sendirinya. Terjadinya pemisahan air dan minyak disebabkan adanya perbedaan berat jenis. Hal ini mempermudah proses pengambilan minyak. Minyak daun cengkeh berada di bagian bawah, karena berat jenis minyak cengkeh lebih berat dari pada berat jenis air.

Keempat, proses penyulingan dianggap selesai jika destilat atau hasil sulingan yang ditampung dalam penampung tidak mengandung minyak lagi. Lama waktu penyulingan minyak daun cengkeh kira-kira 6-8 jam.

“Untuk satu kali proses pembuatan, rata-rata menghasilkan 10 kilogram minyak atsiri, tergantung dari kualitas daun cengkeh juga,” terang Imam Bukhori.

Sedangkan, tiap liter minyak atsiri kualitas bagus laku hingga Rp 240 ribu.

Hanya, selama ini yang menjadi hambatan produksi minyak atsirinya adalah bahan baku berupa daun cengkeh kering. Lantaran, tidak setiap hari, petani cengkeh yang ada di wilayah Ngetos dapat mengumpulkan daun-daun kering untuk dijual kepadanya. Sehingga, untuk mendapatkan bahan baku, Imam Bukhori harus membeli dari luar wilayah, seperti Sawahan, Loceret dan Berbek.

“Kalau masalah penjualan tidak ada masalah, karena sudah ada agen yang menampungnya. Yang jadi masalah adalah bahan baku, kalau stok menipis, terpaksa keliling sampai ke lain kecamatan,” tegasnya.

Menurut Imam Bukhori, mengapa daun cengkeh bernilai ekonomis cukup tinggi lantaran memiliki manfaat bagi kesehatan dan kecantikan yang alami, diantaranya dapat membunuh kuman dalam tubuh, mengobati sakit gigi, menyembuhkan infeksi pernafasan, menghilangkan bekas jerawat, mengharumkan pakaian, menyembuhkan sakit kepala, meningkatkan kesehatan pencernaan, mengatasi kanker paru-paru, melindungi organ hati, mengontrol diabetes, menjaga kesehatan tulang, meningkatkan imun tubuh, mengatasi penyakit mulut, dan lain-lain.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *