Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News Politik

Dugaan Selingkuh Oknum Dewan: Setelah Viral di Medsos Muncul Hak Jawab “Bodong”

NGANJUK –– Setelah menjadi viral di media sosial (medsos) terkait dugaan selingkuh oknum anggota DPRD Nganjuk (Bas) dengan seorang bidan (NIS), warga Perumahan Zahro-In 2, Jalan Wilis, Kelurahan Kramat, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Selasa sore, 03 Juli 2018 lalu, kini muncul sebuah pernyataan berupa hak jawab, atas nama Basori, alamat Jalan Teuku Umar 3, Winong, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Hak jawab atas kasus dugaan perselingkuhan tersebut ditujukan kepada pimpinan redaksi media tersebut terkesan “bodong”, karena tanpa dibubuhi tanda tangan, dan tanpa nama media massa yang dituju.

Bahkan, dalam pernyataan hak jawab tersebut tersirat sepihak, diantaranya, tidak disebutkan tujuan bertamu. Bahkan tidak pula disebutkan, klarifikasi pernyataan dari beberapa tetangga yang selama ini sering melihat ada oknum anggota DPRD Nganjuk berulang kali masuk ke rumah bidan NIS, ketika suaminya tidak berada di rumah.

Berikiut adalah pernyataan hak jawab “bodong” tersebar lewat whatsApp:

Dengan rahmat Allah SWT, saya Basori beralamat di Jl. Teuku Umar 3, Winong, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, dengan kesadaran hati dan menyatakan dengan sebenar-benarnya atas peristiwa yang terjadi di Perumahan Zahroin 2 beberapa hari yang lalu sebagai berikut :

  1. Saya datang ke perumahan Zahroin 2 di rumah saudari Nina Ika Susiana adalah untuk bertamu dengan berpakaian lengkap dan sopan.
  2. Beberapa menit setelah saya bertamu, suami dari saudari Nina Ika Susiana yang bernama Saifudin datang dengan marah marah dan memaksa untuk meminta KTP saya bersamaan dengan memukuli wajah dan perut saya berkali kali, ketika itu yang ada di dalam rumah, Saya, Nina Ika Susiana dan anaknya yang bernama
  3. Saat itu saya sedang duduk di kursi ruang tamu dan kejadian perebutan KTP tersebut juga dilakukan diruang tamu, jadi tidak benar kalau saya dituduh berada di dalam kamar berduaan sebagaimana berita yang tersebar selama ini. Saat itu, saya masih dalam posisi berpakaian lengkap.
  4. Karena keamanan saya terancam, maka saya keluar rumah dan penganiayaan berupa pemukulan serta perobekan baju saya dilakukan di depan rumah yang disaksikan oleh Nina Ika Susiana juga tetangga depan rumah. Saya sama sekali tidak melakukan perlawanan sedikitpun.
  5. Demi keamanan diri saya, untuk menyelamatkan diri, saya berlari dan saudara Saifudin mengejar dengan mengatakan saya maling-maling dengan membawa sebuah kayu.
  6. Hingga sampai pada kawasan perkampungan di Dusun Jarakan, Kelurahan Kramat, saya masih dipukuli tanpa melakukan perlawanan. Pemukulan tersebut disaksikan oleh banyak warga masyarakat hingga lepas kancing baju saya. Tidak ada satupun masyarakat yang melakukan kekerasan kepada saya, namun Saifudin dengan membawa kayu memukul saya, setelah kayu yang dibawa diamankan warga, Saifudin terus memukul saya dengan disaksikan masyarakat sekitar Dusun Jarakan.
  7. Setelah beberapa menit Bapak Polisi yang bernama Eko datang untuk melerai namun saudara Saifudin tetap memukul dan berusaha merobek baju saya walau sudah diingatkan jangan main hakim sendiri.
  8. Berita yang beredar saya kepergok berdua di dalam kamar bersama Nina Ika Susiana terus melarikan diri dan dikeroyok warga adalah tidak benar sama sekali, karena mulai dari perumahan Zahroin 2 sampai dengan dusun Jarakan tidak ada satupun warga yang melakukan pemukulan kepada diri saya.
  9. Setelah berada di rumah ketua RW setempat, Pak Eko menyampaikan solusi, diselesaikan secara kekeluargaan apa diselesaikan secara jalaur hukum. Saat itu Saifudin bilang diselesaikan secara kekeluargaan di perumahan Zahroin setelah magrib.
  10. Sekitar jam 19.00 WIB, saya ke perumahan zahroin bersama istri saya sesuai dengan permintaan saudara Saifudin dan disana sudah ada Pak Eko yang telah menunggu.
  11. Setelah sampai disana saudara Saifudin menyampaikan cerita dengan memaki, mengumpat dan mengucapkan kata kata yang tidak sopan dihadapan saya, Nina, Pak Eko, Istri Saya, bahkan semua cerita diputar balikkan semua mulai dari tidak mengakui pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan hingga di Dusun Jarakan.
  12. Dalam pertemuan tersebut saya sudah meminta maaf dan saudara saifudin memaafkan dari sisi agama, padahal saat di rumah Pak RW, saudara Saifudin meminta diselesaikan secara kekeluargaan di perum Zahroin 2 dengan menghadirkan istri saya, namun kenyataannya saudara Saifudin masih akan pikir-pikir untuk melanjutkan ke jalur politik dan atau jalur hukum dan saya mempersilahkan. Ditengah pembahasan tersebut hadir bapak Babinsa, Desa Kramat-Nganjuk
  13. Saudara Saifudin sempat memaksa saya untuk menyita sepeda motor yang saya miliki, namun saya tolak dan diberikan.
  14. Saudara Saifudin memutar balikkan semua cerita yang ada dihadapan Pak Eko, Nina, Saya, dan Istri saya sebagaimana berita di koran dan media online lainnya.
  15. Atas berita yang tidak sesuai dengan kenyataan di media cetak dan elektronik tersebut, semuanya telah merugikan harkat dan martabat saya baik secara pribadi maupun keluarga, sehingga akan saya jadikan bukti dalam proses hukum.
  16. Kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh saudara Saifudin mulai di dalam rumah dengan disaksikan Nina dan warga perumahan Zahroin 2 dan Warga masyarakat Dusun Jarakan merupakan pelanggaran hukum, sehingga akan kami jadikan bahan dalam proses hukum selanjutnya.
  17. Kronoligis tersebut kami sampaikan dengan sebenarnya, foto penganiayaan dan baju yang ditarik hingga lepas kancing bajunya saya simpan sebagai bukti dalam proses hukum.
  18. Sehubungan dengan kejadian tersebut, maka kami atas nama Basori dan Keluarga Memohon Maaf kepada semua masyarakat Nganjuk apabila ada sesuatu yang kurang berkenan.

Demikian Hak Jawab ini kami sampaikan dengan sebenar-benarnya dengan beberapa saksi dan bukti yang ada, sehingga masyarakat mengetahui kejadian yang sesungguhnya tidak seperti yang diberitakan selama ini. Atas nama pribadi dan keluarga saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya.

Nganjuk, 5  Juli 2018

Hormat Kami,

BASORI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *