Berita Utama Hukum Kriminal Nasional News

Takut Ditabrak PT.KAI Warga Pare Wadul Jokowi

Buntut Sengketa eks- Emplasment PT. KAI vs Ratusan KK atas Hak Guna Lingkungan

KEDIRI –– Kalah bersengketa kepemilikan tanah melawan PT. KAI, empat warga Lingkungan Kongan, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Kepresidenan di Jakarta.

Empat perwakilan warga bersengketa tersebut berangkat dari kampung halamannya, Minggu, 01 Juni 2018 dengan jalan kaki. Mereka nekat menemui presiden Joko Widodo, untuk menyampaikan keluhannya setelah kalah bersengketa atas hak guna tanah yang selama ini mereka tempati bersama ratusan warga lain.

Hanya ketika sampai di Nganjuk, keempat orang tersebut beristirahat sejenak di Gereja Katolik Santo Paulus, Jalan Diponegoro, Nganjuk. Masing-masing adalah  Anugrah Yunianto, Eko Wahyudi, Vicky Wawa dan Eko Sumarni.

Menurut Anugerah Yunianto, salah satu koordinator aksi jalan kaki menuju Istana Kepresidenan menyampaikan, mereka adalah perwakilan dari ratusan kepala keluarga yang sudah turun-temurun tinggal di tanah konflik eks- Emplasment milik PT. KAI, di Lingkungan Kongan, Kelurahan Pare.

Tujuannya, mencari keadilan kepada Presiden Jokowi terkait konflik antara ratusan kepala keluarga penghuni Lingkungan Kongan melawan PT KAI.

“Kami ingin bertemu Bapak Jokowi di Jakarta untuk menyampaikan ketidakadilan yang kami terima. Kami percaya, Bapak Presiden akan memberikan solusi terbaik masalah pertanahan yang sedang kami hadapi,” ungkap Antok Anugrah Yunianto, Senin, 02 Juni 2018.

Menurut Antok, terjadi kesewenang-wenangan dalam proses hukum gugatan warga atas terbitnya Sertifikat Hak Guna Lingkungan Kongan yang dimiliki PT KAI. Dari belasan kali sidang di PTUN, pihak warga selalu dimenangkan. Namun saat sidang digelar tertutup, warga kalah.

“Dengan cara aksi jalan kaki ini sebagai bentuk protes atas ketidakadilan dan kesewenang-wenangan pihak PT. KAI terhadap warga. Aksi ini juga sebagai bentuk sentuhan moral agar para pejabat tidak sewenang-wenang terhadap rakyat kecil,” tegas Antok.

Setelah melepas penat, keempat pencari keadilan tersebut melanjutkan perjuangannya dengan jalan kaki menuju Jakarta. Diperkirakan butuh waktu sekitar 30 hari untuk bisa sampai Istana.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *