Berita Utama Birokrasi Edukasi Lintas Daerah News

Pemkab Ancam Periksa BKD dan Dinas Pendidikan Nganjuk

Buntut ASN Pensiun dan Meninggal Ikut Dilantik

NGANJUK –– Pemkab Nganjuk melalui Kantor Inspektorat akan memeriksa sejumlah pejabat Badan Ketenagaan Daerah(BKD) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk terkait dua ASN meninggal dan satu ASN pensiun ikut dilantik. Kedua Organisasi Perangkat Daerah(OPD) tersebut dianggap ceroboh dalam pengisian pejabat sebagai kepala struktural, kepala SD, dan kepala SMP di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Akibatnya, pelantikan pejabat struktural yang dilaksanakan oleh  Pj. Bupati Nganjuk Sudjono, 8 Juni 2018 lalu berbuntut panjang. Dari 181 pejabat yang dilantik, terdapat 2 ASN yang sudah meninggal dan seorang ASN pensiun ikut dilantik. Kasus kecerobohan birokrasi di lingkup Pemkab Nganjuk tersebut kemudian menjadi temuan anggota DPRD Nganjuk, disampaikan dalam pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Nganjuk tahun anggaran 2017 saat rapat paripurna DPRD Nganjuk.

Jawaban Pj. Bupati Nganjuk Sudjono tentang pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Nganjuk tahun anggaran 2017 saat rapat paripurna DPRD Nganjuk. (foto-sukadi)

Masing-masing ASN adalah Lamidi S.Pd., MM., pension, jabatan sebelumnya Kepala UPTD Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Kecamatan Lengkong ikut dilantik jadi Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Rejoso. Berikutnya adalh Wiwiek Sulistyarini, S.E., meninggal, sebelumnya menjabat Kepala Sub Bag Tata Usaha UPTD SMPN 2 Wilangan ikut dilantik jadi Kepala Seksi Tata Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor. Serta Agus Sutikno, meninggal, sebelumnya menjabat  Kepala Sub Bag Tata Usaha UPTD SMPN 1 Gondang ikut dilantik jadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk.

Terkait ASN meninggal dan pensiun ikut dilantik, Fraksi HN-PENAS meminta Pemkab Nganjuk untuk mengusut tuntas.

Menjawab pandangan umum fraksi HN-PENAS, ASN meninggal dan pensiun ikut dilantik, Pj. Bupati Nganjuk menyampaikan, karena nama-nama personil tersebut masih tercantum dalam database kepegawaian karena kesenjangan administrasi pelaporan.

“Kami akan tindaklanjuti, tunggu saja hasilnya,” ujar Sudjono ditemui wartawan usai memberikan jawaban pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Nganjuk, Jumat, 29 Juni 2018.

Pj. Bupati Nganjuk berjanji akan melakukan evaluasi agar ke depan OPD yang menangani berbenah dalam pelaksanaan administrasi kepegawaian utamanya pemutakhiran database kepegawaian.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *