Berita Utama Hukum Kriminal Lintas Daerah News Politik

Cabup Batal Bila Begini!

NGANJUK –– Penerima dan pemberi sama-sama dapat dijerat hokum bila diketahui ada cabup – cawabup maupun tim suksesnya melakukan money politic dalam Pilkada Nganjuk.

Ketua Panwaslu Nganjuk Abdul Syukur Junaidi menyampaikan, jika ada cabup-cawabup maupun timnya yang tertangkap basah melakukan money politik, yang terbukti dilakukan secara sistematis dan masif, Panwaslu bisa memberikan sanksi keras hingga pembatalan pasangan calon kepala daerah.

Selain hukuman diskualifikasi, juga ada aturan dalam revisi Peraturan Bawaslu No: 13/2016 yaitu mengenai tenggat kedaluwarsa pelanggaran politik uang yang bersifat terstruktur, masif dan sistematis.

Sebelumnya, pelanggaran politik uang bisa dibatalkan jika hal itu dilakukan 60 hari sebelum hari H pemungutan suara. Namun, sekarang penindakan pelanggaran politik uang bisa dilakukan hingga hari H pemungutan suara.

“Sanksi pidana dikenakan pada pemberi maupun penerima money politic,” ucap Abdul Syukur Junaidi.

Abdul Syukur Junaidi mengimbau, agar masyarakat Nganjuk dalam memilih pemimpin didasari dengan hati yang lapang. Jangan memilih calon yang melakukan money politic.

“Karena yang menerima dan yang memberi sama-sama kena hukuman. Hukumannya juga tidak ringan. Yaitu hukuman penjara 3 sampai 6 tahun, dendanya Rp 200 juta sampai Rp 1 milyar,” tegas Syukur.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *