Berita Utama Lintas Daerah News

Nyaris Bentrok Perusakan Atribut Perguruan Silat. Begini Ceritanya!

NGANJUK –– Bentrok antar perguruan silat nyaris terjadi di Nganjuk, Jawa Timur, MInggu, 24 Juni 2018. Bentrok dipicu adanya ratusan massa dari salahsatu perguruan silat di Nganjuk melakukan perusakan terhadap puluhan atribut milik perguruan silat lain. Bahkan perusakan dan pembakaran atribut sempat viral di media soial (medsos)   hingga nyaris berujung tawuran antara kedua perguruan silat.

Aksi perusakan dan pembakaran puluhan atribut salah satu perguruan silat di Nganjuk oleh perguruan silat lain itu  terjadi di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk Minggu siang dan  sempat terekam video amatir warga hingga viral di medsos.

Akiabatnya pemilik atribut dari perguruan silat yang manjadi korban perusakan dan pembakaran itu tidak terima hingga melakukan serangan balik dengan mengerahkan jumlah massa yang lebih besar bersenjatakan kayu dan batu.

Beruntung upaya serangan balik itu berhasil digagalkan oleh aparat gabungan dari pihak polisi dan TNI.

Menurut Aiptu Ahmad Arifin Pid Humas Polres Nganjuk, mengatakn kejadian perusakan itu bermula saat warga dari oknum perguruan silat, ranting Kecamatan Ngetos , Nganjuk menggelar halal bihalal di Kecamatan Pace.

Usai acara, ratusan warga tersebut melakukan konvoi dengan mengendarai sepeda motor dalam pengawalan polisi.

“Namun saat berada di Desa Embat Embat, Kecamatan Pace, massa dari oknum perguruan silat melihat sejumlah atribut milik perguruan silat yang lain yang di pasang di sisi jalan,” terangnya.

Tiba-tiba sejumlah warga oknum perguruan silat tersebut merusak dan membakar atribut tersebut. Beruntung aksi pembakaran tak berlangsung lama, karena berhasil digagalkan petugas.

Sementara itu, ketua ranting IPS-NU, merasa tak terima atas perusakan itu, dan melaporkannya ke Mapolsek Pace. Atas laporan itu, pihak polisi melakukan mediasi dengan menghadirkan pengurus perguruan silat dari kedua belah pihak.

Menurut Ali Wasiin, lembaga bantuan hukum Ansor Jawa Timur, menghimbau agar semua warga dari dua perguruan silat untuk bisa menahan diri, sebab masalah tersebut sudah dalam penanganan pihak kepolisian.

“Agar seluruh warga dari kedua perguruan silat dapat menahan diri, karena masalahnya sudah ditangani aparat,” ujar Ali Wasiin saat berada di Mapolsek Pace.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan pihak polisi dan TNI di sektor Pace.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *