Berita Utama Hukum Kriminal Nasional News

Pikir-pikir Mantan Bupati Nganjuk Diganjar 7 Tahun Penjara

SURABAYA –– Sidang terdakwa kasus korupsi jual-beli jabatan Pemkab Nganjuk, Taufiqurrahman telah memasuki agenda putusan. Eks Bupati Nganjuk Taufiqurrahman divonis hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 350 juta. Putusan majelis hakim yang dipimpin Hakim I Wayan Sosiawan itu lebih ringan, dibanding tuntutan jaksa KPK dalam sidang sebelumnya, yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar Rp 350 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar harus diganti dengan empat bulan penjara,” kata Hakim I Wayan Sosiawan membacakan amar putusan Jumat, 22 Juni 2018.

Selain hukuman tersebut, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada terdakwa Taufiqurrahman berupa pencabutan hak politik terdakwa.

“Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam suatu pemilihan yang diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan selama tiga tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani masa penahanan,” ujar hakim melanjutkan amar putusannya.

Usai mendengar putusan hakim, terdakwa Taufiqurrahman yang mengenakan baju batik dalam sidang itu lantas berkordinasi dengan tim kuasa hukumnya.

Beberapa saat kemudian, dia menyatakan pikir-pikir atas putusan terhadap dirinya itu.

Demikian halnya jaksa penuntut umum dari KPK, juga menyatakan pikir-pikir alias memanfaatkan waktu tujuh hari untuk memutuskan banding atau tidak terkait putusan ini. “Pikir-pikir pak hakim,” jawab jaksa saat ditanya hakim.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *