Berita Utama Birokrasi Nasional News Politik

Anggota MPR RI Drs. H. A. Budiono, M.Ed: Fatayat NU Objek Vital Sosialisasi Pilar Kebangsaan

Tak Sekadar Hafal, Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila Lebih Utama

MADIUN –– Anggota MPR RI Drs. H. A. Budiono, M.Ed., mensosialisasikan empat pilar kebangsaan bersama Fatayat NU Kota Madiun, Senin, 11 Juni 2018. Yakni, sosialisasikan masalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Fatayat NU menjadi objek sosialisasi karena merupakan objek vital sosialisasi pilar kebangsaan. Ini disampaikan anggota wakil rakyat dari DPD RI perwakilan provinsi Jawa Timur bersama sekitar 150 anggota Fatayat PC Fatayat NU Kota Madiun, di rumah makan Penyetetan 88 Kota Madiun.

Dalam sosialisasinya, Drs. H. A. Budiono, M.Ed didampingi Ketua PCNU Kota Madiun, DR. H. Miftachul Choiri, MA sebagai narasumber.

Menurut Budiono, Fatayat NU memiliki peran strategis dalam roda perjalanan bangsa Indonesia. Hampir setiap fase sejarah, kaum Fatayat NU selalu hadir dan mengambil peran tersendiri dan mampu mengubah arah perjalanan bangsa. Ini sering dilakukan dalam setiap pertemuan rutin bersama anggotanya.

“Maka pemahaman terhadap nilai-nilai pilar kebangsaan diperlukan oleh kaum Fatayat NU saat ini. Yaitu, melalui pemahaman yang baik terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, untuk diteruskan ke anggota Fatayat NU yang lain dalam setiap pertemuan, ” terang Budiono.

Menurut Budiono, kedudukan Pancasila di Indonesia sangat penting, di samping sebagai Dasar Negara juga merupakan Jiwa dan Kepribadian Bangsa, Pandangan hidup Bangsa, Ideologi Negara, Tujuan yang ingin dicapai, dan Perjanjian luhur Bangsa Indonesia saat mendirikan negara Indonesia.

“Mengingat pentingnya Pancasila itu seharusnya kita semua baik para penyelenggara negara maupun anggota masyarakat tidak hanya hafal kelima silanya, tetapi akan lebih baik lagi apabila mau mempelajari, menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila dalam kehidupan yang nyata sehari-hari,” terang Budiono.

DR. KH. Muhammad Miftachul Choiri, MA., PCNU Kota Madiun meberikan sosialisasi di hadapan 150 orang (fata-tom)

Sedangkan DR. KH. Muhammad Miftachul Choiri, MA., PCNU Kota Madiun banyak menyebut ikhwal sejarah keberadaan 4 pilar kebangsaan. Di antaranya, sejarah Indonesia pernah mencatat dua kerajaan besar yang pernah menguasai seluruh wilayah Nusantara yakni Sriwijaya dan Majapahit. Dari kajian sejarah tentang Nusantara tampak bahwa sistem NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan hal baru dalam sistem kenegaraan di Indonesia.

“Sistem yang baru ini dibuat dalam rangka tidak mengulangi kesalahan kerajaan-kerajaan Nusantara sebelum kedatangan penjajah yang cenderung memecah belah. Pasca kemerdekaan Indonesia terjadi kasus instabilitas politik,” paparnya.

Lanjutnya, dalam periode 1959-1965  terjadi pemberontakan G 30 S/PKI yang menyebabkan terjadinya stabilitas yang semu.Sedangkan periode 1966 hingga terjadinya era reformasi pada tahun 1998 menandai terjadinya stabilitas formal yaitu stabilitas pemerintahan tetapi belum sepenuhnya terjadi stabilitas sistem demokrasi Pancasila yang mantap karena terjadinya politik saling menyandera dan sikap berpolitik yang matang.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya P.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *