Berita Utama Lintas Daerah News

WIKA Setujui Tuntutan Warga Terdampak Jalan Tol

Hentikan Tronton, Perbaiki Jalan dan Tembok Masjid

NGANJUK –– Warga terdampak pembangunan jalan tol di dua kecamatan, Rejoso dan Bagor boleh bernafas lega. Setelah perjuangannya agar jalan yang dilalui kendaraan bertonase berat milik proyek, mendapat perhatian dari PT. WIKA.

Ini setelah dua kali dilakukan dengar pendapat di DPRD Nganjuk bersama direktur PT. WIKA. Pihak warga terdampak, diantaranya Desa Mojorembun, Sidokare, Kutorejo, masing-masing Kecamatan Rejoso, serta Desa Gemenggeng dan Sukorejo, masing-masing Kecatan Bagor.

Warga terdampak menuntut, agar jalan yang dilalui kendaraan proyek jalan tol, mulai dari Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor menuju Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso secepatnya diperbaiki. Selain itu, warga juga menuntut agar truk tronton tidak diperkenankan melintas sebelum pihak PT. WIKA merealisasikan perbaikan jalan antar provinsi tersebut. Lantaran, truk tronton dianggap warga sebagai pemicu utama kerusakan jalan serta masjid yang ada di tepi jalan ikut rusak.

“Tuntutan dari warga terdampak, untuk memperbaiki jalan yang selama ini dilalui kendaraan milik proyek jalan tol, serta menghentikan truk tronton sebagai pemicu utama kerusakan jalan, serta memperbaiki masjid yang retak-retak,” ucap Sutikno, perwakilan warga terdampak dalam dengar pendapat di ruang Banggar, DPRD Nganjuk, Jumat, 18 Mei 2018.

Bila tidak diperhatikan, lanjut Sutikno, warga mengancam akan menutup jalan Guyangan menuju Rejoso. Untuk itu, Sutikno mendesak anggota DPRD Nganjuk untuk membuat nota kesapakatan antara pihak warga terdampak dengan PT. WIKA.

Aminudin Hidayat, Wakil Direktur PT. Wika (foto-sukadi)

Aminudin Hidayat, wakil Direktur PT. WIKA menyampaikan, paling lambat perbaikan jalan Guyangan menuju Mojorembun, tanggal 26 Mei 2018 sudah mulai diperbaiki. Bukan jalan saja, pihak proyek juga akan memperbaiki tembok masjid yang retak akibat terkena getaran kendaraan proyek. “Sebenarnya sudah menjadi program kami (PT. WIKA,red) untuk memperbaiki jalan yang dilalui kendaraan proyek,” ujar Aminudin Hidayat.

Selain itu, pihak proyek juga menyetujui untuk tidak mengoperasikan truk tronton sebelum perbaikan jalan dilaksanakan.

Sekadar diketahui, dengar pendapat antara warga terdampak dengan pihak PT. WIKA digelar di ruang Banggar, DPRD Nganjuk. Dengar pendapat dipimpin Ketua Komisi III Tatit Heru Cahyono, didampingi anggota komisi III. Selain itu, dengar pendapat juga dihadiri beberapa kepala desa terdampak, anggota Polres Nganjuk, Kodim 0810/Nganjuk, serta pejabat terkait.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *