Berita Utama Lintas Daerah News

Sempat Shock Korban Hoax Teror Bom Tiga Gereja Surabaya

Polres Nganjuk Klarifikasi Sangkaan Pemilik Ranmor Jupiter

NGANJUK –– Polres Nganjuk akhirnya mengklarifikasi berita hoax warga Ngetos yang disangkakan sebagai pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya. Dinyatakan bahwa tidak benar, kendaraan Jupiter Z, bernomor polisi AG-4966-WI dikendarai pelaku yang masih berkeliaran di Surabaya. Keluarga Fitria, warga Ngetos adalah bukan pelaku bom bunuh diri di Surabaya. Yang benar, keluarga Fitria tidak ada kaitannya apapun dengan pelaku bom bunuh diri di Surabaya. Justru dengan beredarnya berita tersebut, keluarga Fitria mendapat stigma kurang baik dari lingkungannya.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menyampaikan, sesaat setelah kejadian teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018 lalu bermunculan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya yang mengatasnamakan nama Polri.

“Berita yang berkembang seolah Polri minta bantuan kepada anggota untuk memantau kendaraan bermotor R2 Jupiter Z warna biru dengan nomor polisi AG-4966-WI untuk segera menghubungi polsek setempat. Karena kendaraan tersebut masih berkeliaran dan membawa ransel berisi bom,” terang Kapolres Nganjuk saat memberikan klarifikasi berita Hoax warga Ngetos, di ruang lobi, Mapolres Nganjuk, Rabu, 16 Mei 2018.

Kontan rumor berkembang di wilayah hukum Polres Nganjuk, keluarga pemilik kendaraan bermotor tersebut seakan pelaku yang meledakkan diri di tiga gereja di Surabaya. Karena pemilik kendaraan bermotor tersebut bernama Fitria Diyah Irawati, warga RW/RT 01/01 Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Ketika didatangi petugas, Fitria menyampaikan, kendaraan bermotor tersebut dibawa adik kandungnya Rizal di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kemudian, kepada adiknya, diperintahkan untuk melaporkan diri ke Polsek Tugu untuk kemudian diamankan di Polrestabes Semarang.

Karena dengan adanya viral di medsos tersebut sangat mengancam keselamatan jiwa Rizal, diputuskan untuk melakukan penjemputan di Polrestabes Semarang, untuk dibawa pulang ke Nganjuk.

Fitria Diyah Irawati, korban berita Hoax menyampaikan, kendati telah menjadi korban berita tidak benar tentang dirinya, Fitria telah memaafkan oknum yang memviralkan berita tentang dirinya.

“Kepada pengguna media sosial untuk tidak dengan mudah percaya dengan berita-berita yang belum tentu benar,” ucap Fitria didampingi keluarganya.

Setelah kejadian yang menimpa dirinya, Fitria bersama seluruh keluarganya mengaku, merasa shock sekali, kecewa dan malu. Bahkan jiwa mereka merasa terancam dan takut. Untuk itu, mereka mengutuk adanya teror bom bunuh diri.

“Setelah mendapat klarifikasi dari Polres Nganjuk, jiwa kami kembali tenang,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *