Berita Utama Bisnis Ekonomi News Pertanian

“Jangan Paksa Warga Mlorah Jual Sawahnya ke Orang Asing”

Ulah Broker Pengaruhi Pemilik Lahan hingga Intimidasi

NGANJUK –– Pembangunan pabrik yang merajalela di Kabupaten Nganjuk tidak serta merta membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat. Justru yang dirasakan, dampaknya membuat masyarakat kesal dan marah. Alih-alih dapat menampung tenaga kerja dari putra daerah, justru yang terjadi banyak menyerap tenaga kerja dari luar Nganjuk.

Dampak lain yang dirasakan adanya pabrik, lahan pertanian di sekitar lokasi menjadi tidak subur. Akibatnya, hasil pertanian menurun. Ironisnya, proses pembebasan tanah untuk dijadikan pabrik di Nganjuk tetap berlangsung.

Tak ingin tanah pertaniannya ikut terjual, akhir-akhir ini, warga di Dusun Sugihwaras, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, melakukan penolakan terhadap maraknya pembangunan pabrik di lahan pertanian mereka.

Tampak, warga memasang beberapa poster dan banner di tengah sawah, yang berisi penolakan untuk menjual lahan sawah kepada pihak pabrik.

Yang membuat warga semakin jengkel sekaligus resah, adalah ulah para makelar tanah yang agresif  memborong lahan, dengan iming-iming harga jual tinggi. Bahkan, tak segan melakukan intimidasi dan ancaman agar warga mau melepas tanah mereka.

Perkara ini juga sampai menjadi pembicaraan hangat masyarakat Nganjuk, di grup diskusi Facebook Info Seputar Nganjuk (ISN).

“Tanahku tanah subur, jangan kaujadikan benih2 padi menjadi benih2 besi,” tulis pemilik akun Achmat Hasannudin, dalam postingannya di grup IS, Ahad 6 Mei 2018. Postingan itu kini sudah mendapatkan 6.400 tanggapan dan 448 komentar warganet.

Camat Rejoso Harianto mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum pernah menerima pemberitahuan maupun surat tembusan izin pembangunan pabrik di Dusun Sugihwaras, Desa Mlorah.

“Tiba-tiba sudah ada pengurukan, lalu warga ramai-ramai memasang banner penolakan,”ujar Harianto. Selebihnya, hingga berita ini ditulis, belum ada titik temu antara pihak-pihak terkait, atas polemik penjualan lahan sawah untuk pabrik tersebut.

Reporter: Sukadi

Editor : Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *