Berita Utama Birokrasi Hukum Kriminal News

PUPR Nganjuk Diancam Demo Tunggal Tiap Minggu

Hingga Dugaan Jual-Beli Proyek PL Sistem Ijon Terungkap

NGANJUK– Kendati setiap dua minggu sekali, Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten didemo, tampaknya belum ada reaksi dari pejabat Jalan Merdeka Nganjuk. Untuk itu, demo tunggal yang dilakukan oleh Miftah, warga Nganjuk terus dilancarkan hingga ada perubahan sistem pengadaan pyoyek di Nganjuk. Bila beberapa kali demo sebelumnya dilakukan pada hari Senin dan Kamis, untuk demo tunggal yang kali sekian ini bakal dilakukan tiap Selasa dan Kamis. Adapun materi demo tetap sama, yakni dugaan jual-beli proyek yang dilakukan oleh oknum pegawai PUPR kepada sejumlah rekanan di Nganjuk dengan sistem ijon.

Dalam orasinya, Kamis minggu lali, Miftah menyuarakan bahwa pasca penyerahan barang bukti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke sejumlah satuan kerja Pemkab Nganjuk, semasa Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, KPK kalah dalam sidang pra-peradilan. Dalam kasus gratifikasi proyek-proyek 2009 hingga 2013 tersebut, dimana anggarannya bersumber dari APBD dan atau APBN dikelola daerah. Yakni, proyek dalam sistem Pengadaan Langsung dan persekongkolan lelang.

Namun, pasca KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap eks-Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, serta sejumlah pejabat lain, para broker proyek dan pengusaha nakal, belum juga jera. Justru para oknum Apparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Nganjuk merajalela dan kian parah.

“Modusnya melalui juali beli proyek PL dengan minta fee ke penyedia jasa atau barang sebesar 15 persen hingga 25 persen. Juga dalam pengaturan tender ke penyedia jasa konsultan mencapai 25 persen hingga 40 persen. Di sini, para broker bersama oknum ASN main belakang dengan oknum panitia di ULP,” beber Miftah dalam orasinya.

Menurut Miftah, ada indikasi modus pinjam bendera yang dilakukan oleh oknum ASN bekerjasama dengan broker proyek. Sehingga ada salah seorang pengusaha mendapat proyek PL mencapai 70 paket, dari sekitar 400 paket.

Budi, Disrektur CV. Tri Tunggal Sentra Sejahtera (TTSS) mengaku dengan adanya indikasi jual beli proyek dengan sitem ijon, pihaknya bersama rekanan lain tidak lagi mendapat pekerjaan. Pekerjaan sudah terjual habis sebelum waktunya pengadaan dibuka.

Kemudian Budi saat mendampingi rekanan Ikhsan menemui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Ir. Fajar Judiono,  temannya menanyakan keberadaan ratusan PL-PL yang dikelola oleh PUPR Kabupaten Nganjuk, namun sudah habis sebelum proses pengadaan dibuka.

“Terus sekitar 400 proyek PL itu larinya kemana, sebelum proses pengadaan dibuka sudah habis semua,” menirukan ucapan Ikhsan mantan Kades Kweden, Kecamatan Ngetos saat bertemu Fajar  di ruang lobi, Sekda Nganjuk, Senin, 07 Mei 2018.

Dihadapan dua rekanan, Fajar  tidak mengelak bila seluruh proyek PL sudah habis. Justru pihaknya menyarankan untuk mengumpulkan para rekanan yang telah memenangkan proyek PL agar mau berbagi kepada para rekanan yang belum menerima.

“Upamanya, bila satu rekanan itu mendapat 15 paket PL, yang dikerjakan sendiri cukup 10 paket saja, yang 5 paket diberikan rekanan lain dengan mengganti biaya yang dikeluarkan,” tegas Budi saat mendampingi renannya bertemu Fajar. .

Kendati demikian, hingga saat ini, pihak PUPR Kabupaten Nganjuk sulit memberikan keterangan resmi terkait dugaan jual beli proyek dalam institusinya.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *