Berita Berita Utama Birokrasi Edukasi Nasional News

Suryo Alam: Minat Baca Turun, Pemerintah Safari Tingkatkan Indeks Literasi

Total 262 Juta Penduduk Indonesia Baru 8 Persen Sambangi Perpustakaan

NGANJUK –– Rendahnya minat baca warga negara Indonesia menjadi keprihatinan semua pihak. Sehingga, pemerintah gencar melakukan sosialisais literasi ke sejumlah daerah, agar minat baca meningkat.

Seperti dilakukan di Pendapa Kabupaten Nganjuk, pemerintah melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama DPR RI mengadakan Safari Gerak Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2018, Senin, 07 Mei 2018. Bertajuk Implementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat.

Acara dihadiri, Pj Bupati Nganjuk juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Drs. Sudjono, MM, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Supriyanto, Anggota Komisi X DPR RI HM. Suryo Alam, A.K., M.B.A., seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim, dan jajaran Pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Hadir pula, mantan Plt. Bupati Nganjuk periode Oktober 2017 – April 2018, K.H. Abdul Wachid Badrus, M.Pdi.

Talk show Safari Gerak Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2018, Senin, 07 Mei 2018. Bertajuk Implementasi Revolusi Mental Melalui Mobilisasi Pengetahuan dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat (foto-sukadi)

Pustakawan Ahli Utama Supriyanto menyampaikan, tingkat minat baca di Indonesia sangat rendah. Untuk itu, kegiatan safari merupakan upaya pemerintah pusat bekerjasama dengan dewan dan pemerintah daerah untuk membangkitkan lagi minat baca di Indonesia. “Di sini, kita bisa saling sharing tentang bagaimana cara-cara yang ampuh untuk menaikkan minat baca,” terang pustakawan Perpustakaan Nasional RI.

Anggota Komisi X DPR RI H. Mohammad Suryo Alam, A.K., M.B.A., menandaskan, rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia telah membawa dampak yang sangat merugikan dan munculnya persoalan baru. Diantaranya persoalan, tingkat kriminalitas, narkoba, kompetensi kemampuan pribadi seseorang, hingga kesenjangan kemiskinan. “Namun dengan gemar membaca, masyarakat bisa bertambah pengetahuannya, pembahasan atau diskusi-diskusi dengan tetangga bisa berkualitas dan berkontribusi dalam meminimalisir persoalan-persoalan yang merugikan itu tadi,” terangnya.

Dengan demikian, pemerintah bersama masyarakat bisa bekerja sama guna menumbuhkan minat baca.

Kesempatan yang sama, Pj. Bupati Nganjuk Sudjono mengatakan, berdasar hasil survey, sekitar 262 juta warga Negara Indonesia, tidak lebih dari 8 persen penduduk yang mendatangi perpustakaan.

“Dengan safar ini, semoga dapat membangkitkan potensi perpustakaan di Indonesia, terutama yang ada di Kabupaten Nganjuk,” ujar Sudjono

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan talkshow, sebagai narasumber Prof. Dr. Suyatno, M.Pd dari Universitas Negeri Surabaya dan Supriyanto, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, dipandu moderator Dr. Bambang Eko Suharto, mantan Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *