Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment News

Mbah Enggot Berjuang Menerobos Kerumunan Banyak Orang

Hanya Ingin Berfoto dengan Sang Idola Pangdam V/Brawijaya

NGANJUK –– Terjadi fenomena menarik saat upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018 Kodim 0810/Nganjuk di Lapangan Ngluyu, Kamis, 03 Mei 2018. Usai upacara penutupan TMMD, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Arif Rahman langsung menuju kegiatan bhakti sosial dan pameran gembol di lokasi yang sama.

Satu per satu, stand bhakti sosial tidak luput dari kunjungan orang nomor satu di jajaran Kodam V/Brajaya itu. Diawali dari stand pelayanan KB, Pangdam V/Brawijaya melanjutkan ke stand sunatan massal. Hanya di tengah kerumunan banyak orang yang menyertai Pangdam, tiba-tiba ada salah seorang berperawakan seram, tinggi bertubuh kekar. Dari penampilannya yang nyleneh, pria berjenggot putih lebat mengenakan blangkon hitam itu menerobos krumunan banyak orang, begitu saja menuju arah Pangdam berdiri. Kontan, ulah pria tua berpakaian serasi dengan baju dan celana yang juga berwarna hitam itu,  begitu menarik perhatian banyak orang, termasuk pengawal pribadi Pangdam. Namun sebelum mendekat Pangdam, tampak salah satu anggota TNI mencegat pria tua yang diketahui bernama Saijan atau Mbah Enggot itu.

“Maaf bapak saya ijin mau minta foto sama Pak Pangdam sebentar saja,” seloroh Mbah Enggot, warga Kecamatan Berbek itu.

Hanya, usaha Mbah Enggot untuk bisa berfoto bersama Pangdam tidak begitu saja berhasil. Dia harus berulang kali berusaha agar bisa berfoto dengan orang yang diidolakan itu.

“Bapak, mohon ijin, saya dari Pepijar, seniman jaranan Nganjuk, minta foto dengan Bapak Pangdam sebentar saja,” pintanya lagi.

Mendengar permintaan Mbah Enggot, Pangdam langsung memberi kesempatan untuk berfoto, diikuti Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono bersama beberapa pejabat lain.

Tak heran, entah karena penampilan Mbah Enggot yang aneh itu, sehingga menarik perhatian para fotografer untuk mengabadikan momen itu. Usai berfoto, Mbah Saijan langsung memegang tangan Pangdam dan berucap, “Matur suwun nggih, mugi-mugi dados paseduluran (Terima kasih ya, mudah-mudah jadi persaudaraan),” ucapnya sambil ngeloyor pergi.

Ternyata, Mbah Saijan adalah salah satu anggota pemain Perhimpinan Pimpinan Reog dan Jaranan (Pepijar) Nganjuk. Pria tua itu baru saja mengikuti pertunjukkan teatrikal yang diselenggarakan oleh Kodim 0810/Nganjuk bersama ratusan pemain lain di Lapangan Ngluyu, sebelum upacara penutupan dimulai.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *