Berita Utama Birokrasi Edukasi News Prestasi

Karena Ini Sulton Juara 1 Lomba Jurnalistik dan Fotografi TMMD ke-101

Siswa SMAN 3 Nganjuk Bertema, “TNI Bergotong Royong Membangun Jalan Tembus”

NGANJUK– Berlokasi di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kodim 0810/Nganjuk melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018. Bersamaan program TMMD itu, Kodim 0810/Nganjuk menyelenggarakan lomba jurnalistik dan fotografi dengan obyek pembangunan jalan tembus Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu menuju Desa Losari, Kecamatan Gondang. Tidak hanya jalan tembus, beberapa obyek lain, seperti renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan mushala, gedung sekolah TK, serta pembangunan non-fisik juga menjadi obyek lomba yang sama.

Lomba diikuti pelajar di Kabupaten Nganjuk, dimulai sejak program TMMD dibuka, Rabu, 04 April 2018 lalu. Sehingga, selama 30 hari, para fotografer tersebut berburu obyek di tengah prajurit TNI bersama warga masyarakat sedang bekerja. Hasilnya, dari puluhan peserta, ditentukan sebagai juara I, M. Sulton Syaifullah, SMAN 3 Nganjuk. Sedang sebagai juara II, Akbar Wahyu Illahi, siswa SMAN 2 Nganjuk, dan juara III, Fara Ayu Cahyani, siswa SMKN 2 Nganjuk, Juara Harapan I Naurah Wanti Mufidah, SMKN 2 Nganjuk, Juara Harapan II Rickonur Husein SMK Muhammadiyah 3 Nganjuk, dan Juara Harapan III M. Syaiful Anam SMK Muhammadiyah 3 Nganjuk.

Hadiah diterimakan bersamaan upacara penutupan TMMD di Lapangan Ngluyu, Kamis, 03 Mei 2018.

Juara I, lomba jurnalistik dan fotografi, M. Sulton Syaifullah, siswa SMAN 3 Nganjuk (foto-sukadi)

Berikut adalah tema yang diangkat siswa SMAN 3 Nganjuk sehingga berhasil meraih juara I, yakni “TNI Gotong Royong Bersama Rakyat Membangun Infrastruktur Desa.”

Adapun, deskripsi lomba yang diangkat sebagai berikut: Kodim 0810/Nganjuk secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 tahun 2018 pada Rabu, 04 April 2018.

Progaram TMMD ini merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen pemerintahan, Lembaga Pemerintah Non Departemen, SKPD Pemerintah Daerah dan komponen bangsa lainnya. Di program itu, TMMD dilaksanakan dengan terintegrasi bersama masyarakat, untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di pedesaan. Kodim 0810/Nganjuk memilih daerah Ngluyu untuk lokasi TMMD yang ke 101,karena kondisi di sana dinilai masih “Tertinggal” dengan daerah lainnya. Akses dari ataupun menuju Ngluyu hanya ada jalan raya kecil satu satunya yang akan melewati Kecamatan Gondang. Saat ini TMMD melakukan program membuat akses jalan dari atau menuju Ngluyu kurang lebih 5,5 KM, . Program ini tidak hanya membangun ifrastruktur jalan, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono mengatakan, “Prajurit nanti akan tidur di rumah masyarakat, setiap hari akan bekerja sesuai sasaran yang telah ditentukan ada jalan ada rumah ada rehab TK atau sekolahan dan tempat ibadah kemudian dari pemerintahan daerah mendukung kegiatan sosialisasi melalui opd masing masing tentu setiap hari ada sosialisasi sesuai dengan kultur dan potensi yang ada di wilayah ini.”

Pembangunan ini melibatkan Prajurit TNI dari Kodim 0810/Nganjuk dan masyarakat sekitar Ngluyu. Warga menyambut baik program ini sehingga dapat bersinergi untuk pembangunan jalan baru. Ada istilah “Karena Rakyat TNI Kuat”, terlihat dari para prajurit dan warga bahu mebahu saling gotong royong membangun jalanan. Mulai dari meratakan tanah hingga menata batu-batu guna fondasi jalan. Bekerja sama adalah cara yang ampuh agar cepat menyelesaikan pembanguanini, agar jalanan bisa cepat bisa digunakan, perekonomian semakin lancar,dengan tentu rakyat dengan cepat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut. Gotong royong adalah salah satu cerminan bangsa ini,karena gotong royong adalah sikap yang memperlihatkan bahwa bekerja bersama akan mempercepat dan mempermudah pekerjaan untuk tujuan yang lebih baik. Semoga nilai nilai ini tidak hilang begitu saja di zaman yang modern ini.

Pangdam V/Brawijaya membubuhkan tanda tangan pada hasil karya jurnalistik dan fotografi juara I usai memimpin upacara penutupan TMMD di Lapangan Ngluyu (foto-yun)

Ditemui ANJUKZONE di sekolahnya, siswa kelas XI-IPS-3 ini menyampaikan, ide mengambil obyek dilakukan secara iseng. Dari beberapa obyek yang dibidik, lantas dipilih untuk diajukan dalam lomba. Hanya saat menentukan pilihannya, jatuh pada hasil foto yang mendiskripsikan kondisi anggota Satgas TMMD sedang bahu-membahu bergotong royong bersama warga membangun jalan tembus dengan panjang 5,2 kilometer lebar 5 meter itu.

“Tidak menyangka saja kalau bisa meraih juara satu, karena saat mengambil obyek iseng saja. Bahkan saya membidik banyak obyek baru saya pilih yang pas dengan tema, kemudian saya deskripsikan dalam tulisan,” jelas pelajar putra pasangan Merah Tirta Kamajaya dengan Ida Wahyu Rahmawati, asal Jalan Barito 69, Kelurahan Mangundikaran.

Dari jerih payahnya, Sulton mengaku mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 2,5 juta yang masih disimpan dalam buku tabungan.

Reporter: Sukadi

Editor: Yuniar N.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *