Berita Utama Birokrasi News

Ini Alasan Dandim Presentasikan TMMD di Depan Pangdam V/Brawijaya

Ngluyu Satu-satunya  Wilayah Memiliki Satu Akses Jalur Vital

NGANJUK– Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono mempresentasikan alasan Kecamatan Ngluyu sebagai pusat program TMMD Reguler ke-101 tahun 2018 di hadapan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman.

Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, program TMMD sebagai salah satu realisasi operasi bhakti TNI. Yakni, program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan departemen, lembaga pemerintah non-departemen dan pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya. Yakni bertujuan untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan atau daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

“Termasuk wilayah Kecamatan Ngluyu, hanya memiliki satu akses jalan utama menuju wilayah lain, kondisinya juga sempit. Dulu pernah terjadi bencana di jalan menuju Kecamatan Gondang, sebuah batu menutup jalan. Langsung, mobilitas transportasi warga Ngluyu lumpuh total,” terang Letkol Arh. Sri Rusyono di hapadapan Pangdam V/Brawijaya, Kamis, 03 Mei 2018.

Lasan lain ynag mendasar, menurut Dandim, wilayah Ngluyu katagori wilayah tertinggal dan miskin. Rata-rata penduduknya bekerja di sawah mendasarkan pengairan tadah hujan, sehingga bila musim kemarau, mereka tidak bisa turun ke sawah. Kondisi tanahnya kering, dan sering kekurangan air.

“Dengan adanya jalan tembus, dapat membantu masyarakat memperbaiki perekonomian, lantaran akses jalan menjadi mulus, mereka dengan leluasa mengembangkan potensi ekonominya,” tegasnya.

Sedangkan teknis pekerjaannya, lanjut Letkol Arh. Sri Rusyono, TMMD dilaksanakan secara gotong-royong antara TNI, Polri serta instansi pemerintah dengan melibatkan masyarakat desa penerima program TMMD. Ini untuk menciptakan hubungan yang harmonis semua pihak guna menciptakan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat.

Semua kegiatan yang menjadi program pokok TMMD tepat sasaran dan berhasil. Seperti kegiatan fisik membangun rumah tak layak huni dan membangun akses jalan masyarakat terisolasi, di samping ada kegiatan non-fisik, seperti penyuluhan dan pelatihan bagi warga.

Sehingga, tegasnya, program TMMD, salah satunya membangun jalan baru sepanjang 5,225 kilometer dengan lebar 5 meter dari Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu menuju Desa Losari, Kecamatan Gondang tersebut, manfaatnya harus benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Serta, bantuan yang diberikan juga harus tepat sasaran, agar di kemudian hari tidak terjadi permasalahan. Agar kemanunggalan TNI dan rakyat semakin erat.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya P.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *