Berita Utama Entertainment News Wisata

Warga Ngluyu Merayu Bukit Teletubis

Diserbu Pengunjung Setelah Akses Jalan Tembus Dibuka

NGANJUK – ANJUKZONE – Semua berawal dari jalan tembus Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu menuju Desa Losari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Satu per satu potensi yang ada di wilayah Lereng Gunung Kendeng Utara ini bermunculan. Mulai dari potensi perajin jati gembol, makam Eyang Sinari Gunung Panjalu, mitos batik motif parang rusak, dan selendang kuning, menyusul muncul keunikan baru panorama alam yang cukup menarik. Panorama alam berupa bukit ini lantas oleh penduduk desa diberi sebutan “Bukit Teletubis), berlokasi di kilometer IV dari arah Desa Lengkonglor, jalan tembus yang baru saja dibangun oleh TMMD Reguler ke-101 tahun 2018 Kodim 0810/Nganjuk. Hanya, tepatnya, Bukit teletubis masuk Desa Losari, Kecamatan Gondang.

Obyek berupa bukit, di sekelilingnya terlihat panorama pegunungan membiru dan melingkar. Lekuk-lekuk bukit per bukit terlihat jelas sekali membentuk gundukan berbaris rapi. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah pancaran keindahan pohon-pohon. Tak heran, Bukit Teletubis ini banyak menyedot perhatian pengunjung, di waktu pagi dan sore. Mereka memanfaatkan untuk berswafoto, dengan latar belakang deretan gunung-gunung kecil dan hutan.

Warga Ngluyu dab sekitar ramei-ramai berswafoto di Bukit Teletubis, Desa Losari, Kecamatan Gondang.

Mida, warga Desa Ngluyu yang pernah mencicipi keindahan alam di Bukit Teletubis. Pelajar salah satu SMK Negeri di Nganjuk ini mengaku kagum dengan keindahan alam di Bukit Teletubis. Kesempurnaan keindahan yang disuguhkan, terasa abadi untuk dinikmati kapan saja. Hanya, pelajar yang masih duduk di bangku kelas XII ini lebih suka datang di waktu sore hari, sembari menikmati keindahan matahari tenggelam. “Kalau sore hari, pas kondisi cuaca baik, melihat matahari mau tenggelam sangat indah, terlihat jelas di balik bukit. Apalagi kalau sudah sore, udaranya sejuk, asyiik pokoknya,” terang Mida ditemui Rabu sore, 02 Mei 2018.

Mida bersama teman-temannya mendatangi Bukit Teletubis cukup mengendarai sepeda motor. Ini sejak akses jalan tembus yang dibangun oleh TMMD, dari Desa Lengkonglor menuju Losari tersebut dibuka. Kendaraan cukup diparkir di tepi jalan atau sebagian dibawa masuk area di bawah bukit. Lantas, cukup jalan kaki sekitar 50 meter, sudah sampai pada bukit yang diinginkan. Mereka langsung mengeluarkan handphone-nya, berswafoto ramai-ramai.

Hanya, Mida belum bisa memastikan, mengapa banyak orang menyebut Bukit Teletubis.

Reporter: Sukadi

Editor : Yuniar N.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *