Berita Utama Birokrasi News

Jalan Tembus Tuntas, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

NGANJUK –– Pembangunan jalan tembus sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar 5 meter dari Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu menuju Desa Losari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tuntas sudah. Warga, baik dari Desa Lengkonglor maupun Losari sudah mulai dapat merasakan manfaat jalan yang dibangun oleh TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0810/Nganjuk.

Setelah sekitar tiga bulan, pembangunan jalan tembus yang menghubungkan dua kecamatan, Lengkong dengan Gondang selesai dikerjakan, warga mulai dapat merasakan hasilnya. Tampak warga dengan mengendarai sepeda motor lalu lalang menikmati jalan baru di tengah hutan tersebut. Sebelumnya, jalan setapak di tengah hutan, kini telah berubah menjadi jalan beraspal mulus.

Lucky Cristanto, (22) warga Desa Lengkonglor ini salah satunya yang dapat merasakan manfaatnya. Sebelum ditembus, warga kesulitan membawa pulang hasil panen. Selain jalan masih berbentuk tanah liat juga berlumpur saat hujan turun. Sehingga sulit dilalui, baik dengan kendaraan roda dua maupun jalan kaki.

Warga merasakan manfaat jalan baru untuk mengangkut bonggol dari hutan (foto-sukadi)

“Kalau musim hujan, jalan tidak dapat dilewati. Biasanya sepeda motor ditinggal di tengah hutan begitu saja, baru esuk harinya diambil bila hujan sudah reda,” terang pria yang sehari-hari bekerja mencari bonggol kayu jati di tengah hutan ini, Selasa, 01 Mei 2018.

Namun setelah jalan berubah menjadi jalan beraspal, warga mulai leluasa memanfaatkan untuk membawa hasil panen atau bekerja di tengah hutan. Mereka tidak lagi takut terjebak di tengah hutan, lantaran sepeda motor yang dikendarai langsung bisa dibawa pulang bersama barang yang diangkut.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, salah satu indikator program TMMD untuk meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

“Termasuk di Desa Lengkonglor ini, sudah memenuhi kriteria untuk dilaksanakan program TMMD, akses jalan utama yang hanya satu menjurus ke wilayah kecamatan lain. Dan hanya di Ngluyu yang hanya memiliki satu jalan utama, sehingga arus kendaraan hanya bergerak bolak-balik,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya, telah dibuka jalan baru Satgas TNI bersama warga setempat, dibantu beberapa pelajar, pramuka, dan ormas bahu-membahu membangun jalan tembus, menerobos hutan dan perkampungan. Sehingga akses jalan, tidak lagi hanya satu, masyarakat Kecamatan Ngluyu bisa menggunakan akses jalan baru bila hendak ke wilayah kecamatan lain.

“Ini merupakan upaya TNI untuk berkontribusi melestarikan sejarah terutama nilai kemanunggalan TNI-Rakyat,” tegasnya.

Dengan dibangunnya jalan baru, mobilitas sistem perekonomian menjadi lancar. Petani tidak lagi bermasalah dengan sarana transportasi untuk mengangkut hasil panen. Juga warga lain dapat membangun jaringan bisnis baru dengan warga lain yang ada di daerah lain. Desa tidak lagi sepi, mereka dengan mudah berinteraksi dengan masyarakat luar Desa Lengkonglor.

“TMMD dapat dikatakan sebagai lompatan pembangunan awal di pedesaan, selebihnya bisa dilanjutkan oleh pemerintahan desa atau pemerintah daerah. Yang penting bukti permulaan sudah terbentuk, tinggal bagaimana tindak lanjutnya,” tukas Dandim.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *