Berita Utama Nasional News Politik

Anggota MPR RI Drs. H. A. Budiono, M.Ed: Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Warga Aisyiyah Madiun.

NGANJUK– Anggota MPR RI Drs. H. A. Budiono, M.Ed menyelenggarakan sosialisasi wawasan kebangsaan bagi warga Aisyiyah Kabupaten Madiun, Sabtu, 21 April 2018, di aula SMK Muhammadiyah 3 Dolopo. Wakil asal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Timur ini menggandeng Pimpinan Daerah Aisiyah Kabupaten Madiun dalam sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Yakni, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatutuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Di hadapan para warga Aisyiyah, Budiono menyoal tipisnya wawasan kebangsaan di kalangan pelajar dan generasi muda.  Sehingga, banyak ditemukan munculnya perilaku menyimpang pada diri generasi muda yang mengarah kepada instabilitas nasional.

Ustad DR. H. Agus Tricahyo, M.A nara sumber sosialisasi wawasan kebangsaan (foto-tom)

Salah satu indikator munculnya perbuatan melanggar hukum tersebut, lantaran tingkat pemahaman terhadap wawasan kebangsaan menipis. Diantaranya terhadap nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Untuk itu, tujuan sosialisasi wawasan kebangsaan ini agar para generasi muda terutama pelajar tidak mudah terkontaminasi oleh pengaruh paham-paham radikal atau organisasi terlarang lainnya,” jelas Budiono.

Kesempatan yang sama, Ustad DR. H. Agus Tricahyo, M.A. menandaskan  bangsa ini telah terjadi banyak masalah. Salah satu titik kelemahan ditimpakan kepada masalah pendidikan akibat lemahnya penghayatan dan pengamalan terhadap Pancasila. Diantaranya, lemahnya pada penghayatan, pemahaman, dan pengamalan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Lemahnya kesadaran hukum dan konstitusi, lemahnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta kurangnya toleransi sesama anak bangsa. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara perlu dukungan semua pihak dan harus terus-menerus digulirkan, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sosialisasi wawasan kebangsaan sesi tanya jawab (foto-tom)

“Banyak orang meremehkan Pancasila yang menganggap itu sudah kuno, ketinggalan zaman, sudah di luar kepala dan lain-lain. Tapi begitu diminta untuk mengucapkan Pancasila, sila yang pertama ‘Ketuhan Yang Maha Esa’ saja sudah lupa,” tutur Agus Tricahyo.

Menyesali hal itu, pemerintah memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mensosialisasikan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh bangsa indonesia.

Menariknya, di sela-sela sosialisasi, diberikan kesempatan sesi tanya jawab dari para warga Aisyiyah. Hasilnya sebagai bahan anggota dewan dalam sidang paripurna di DPR RI.

Reporter : Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *