Berita Utama Budaya Entertainment Wisata

Hendardji Soepandji: Usai Lantik Pengurus KSBN Nganjuk Kunjungi Wisata dan Nikmati Kuliner Becek

NGANJUK– Usai melantik dan mengukuhkan pengurus KSBN Nganjuk, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, Ketua Umum KSBN bersama beberapa pengurus mengunjungi sejumlah obyek wisata unggulan di Kabupaten Nganjuk, Minggu, 29 April 2018. Diantaranya, obyek wisata air terjun Sedudo, di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Candilor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, desa wisata Kweden, Kecamatan Ngetos, dan terakhir menikmati kuliner nasi Becek, Jalan A. Yani Nganjuk.

Ketua Umum KSBN Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji menikmati kuliner nasi becek di Jalan A. Nganjuk (foto-bayu)

Hendardji Soepandji, saat berkunjung di Air Terjun Sedudo menyampaikan, kondisi panoramanya sangat indah, ditunjang kondisi udara yang sejuk serta fasilitas yang ada di lokasi air terjun lengkap. Seperti sarana ibadah, tempat santai, dan kamar mandi/WC. Serta di lokasi air terjun, pengunjung dapat menikmati kuliner nasi jagung lengkap dengan lauk-pauknya yang khas. Karuan, air terjun yang namanya sudah dikenal di seluruh Indonesia, membuat para pengunjung betah berlama-lama di obyek wisata Lereng Gunung Wilis itu. Ditambah, kondisi ketinggian air terjun mencapai sekitar 105 meter dari dasar, terlihat begitu menggoda untuk dinikmati.

Menikmati panorama air terjun Sedudo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk (foto-bam)

“Ayo jangan ragu-ragu datang ke obyek wisata Air Terjun Sedudo yang ada di Kabupaten Nganjuk, udaranya sejuk dan alamnya sangat indah,” ajak Ketua Umum KSBN.

Selain Sedudo, Hendardji juga menyempatkan mampir di obyek desa wisata Kweden. Di lokasi ini, Hendardji menyempatkan berkaraoke bersama rombongan.

Ketua Umum KSBN Hendardji Soepandji menikmati karaoke di desa wisata Kwedsen, Kecamatan Ngetos (foto-bam)

Obyek wisata lain yang tidak luput dari kunjungan orang nomor satu di KSBN itu adalah Candilor yang belokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Di sini, Hendardji mengagumi candi berupa tumpukan batu bata merah yang dikenal sebagai peninggalan Pu Sindok, sekitar tahun 937 Masehi lalu.

“Candilor ini menurut ceritanya sebagai bukti sejarah, pemenangan Pu Sindok melawan tentara Sriwijaya yang dibantu oleh rakyat Anjuk Ladang masa itu,” pungkasnya.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya P.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *