Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment News Wisata

Puncak Nyadran Lengkonglor Dipusatkan di Gunung Panjalu

Ratusan Warga Mengular Bawa Tumpeng Lewati Jalan Setapak Menanjak

NGANJUK– Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018 Kodim 0810/Nganjuk bersama warga Dusun Sumberayu, Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk berbondong-bondong menuju puncak Gunung Panjalu desa setempat. Ratusan warga tersebut tengah menjalankan ritual tradisi sedekah bumi yang dipusatkan di makam Eyang Sinari, Jumat Pahing, 27 April 2018. Acara sedekah bumi juga dihadiri oleh Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Arh. Sri Rusyono, DanSSK TMMD, Kapten Inf Suwanto, dan Kadesa Desa Lengkonglor, Sumaji, sejumlah anggota Satgas TMMD.

Jaito, (65) juru kunci makam Eyang Sinari di Gunung Panjalu menyampaikan, setiap tahun, bertepatan dengan hari Jumat Pahing, usai panen padi dan jagung, selalu diadakan selamatan sedekah bumi di puncak gunung.

Warga mendaki puncak Gunung Panjalu lakukan ritual sedekah bumi di makam Eyang Sinari (foto-zal)

Warga berbondong-bondong sambil mebawa uba rampe dan tumpeng lengkap dengan sesajennya. Mereka mulai bergerak dari rumahnya masing-masing, berkumpul di rumah kamituwa, salah satu perangkat desa setempat.

Sekitar pukul 60.30 WIB, arak-arakan warga sudah mulai berjalan melewati pematang sawah menuju jalan setapak bukit Gunung Panjalu. Dari lokasi berkumpul, warga harus berjalan satu-satu di atas pematang sawah.

Ada dua arah arak-arakan, dari sisi Barat berangkat dari rumah Kamituwa dusun Sumberayu dan dari sisi Timur dari rumah Kepala Desa Lengkonglor. Tak heran, gerakan ratusan warga sambil membawa tumpeng tersebut mengular datang dari dua arah menuju bibir jalan setapak menuju puncak Gunung Panjalu. Di lokasi makam Eyang sinari sudah siap seorang juru kunci, Jaito dan beberapa panitia sedekah bumi desa setempat ditemani beberapa Satgas TMMD siap menyambut kedatangan warga yang hendak melangsungkan ritual.

Jaito, (65) juru kunci Makam Eyang Sinari di Gunung Panjalu Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu (foto-zal)

“Satu orang membawa satu tumpeng lengkap dengan ingkung (ayam panggang,red) untuk disajikan kepada Eyang Sinari dan dua istrinya. Setelah doa selamatan, ingkung yang dibawa bersama tumpeng dimakan bersama-sama oleh para pengunjung,” terang Jaito usai ritual sedekah bumi.

Menurut Jaito, Eyang Sinari adalah seorang tokoh yang sangat disakralkan oleh warga Desa Lengkonglor. Setiap tahun selalu dikirimi doa lewat acara sedekah bumi, bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas jasanya membuka hutan sebagai permukiman pada jaman dahulu.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, tradisi sedekah bumi seperti yang dilakukan warga Desa Lengkonglor patut dilestarikan. Selain dapat menjalin rasa persatuan dan kesatuan, tradisi sedekah bumi sudah ada sejak turun-temurun.

“Tradisi seperti sedekah bumi atau nyadran kalau dikemas dengan baik dan unik sebenarnya bisa menjadi obyek wisata. Seperti yang ada di Desa Lengkonglor ini, kalau disaksikan dari puncak gunung, gerakan ratusan warga yang melewati pematang sawah terlihat menarik,” katanya.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *