Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment News Wisata

Sedekah Bumi Warga Tumpengan di Empat Tempat Keramat

Puncaknya Warga Lengkonglor Ziarah ke Makam Eyang Sinari Gunung Panjalu

NGANJUK– Tradisi sedekah bumi bagi warga Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu  cukup kental. Setiap tahun, ritual tradisi ini selalu diselenggarakan guna menghormati salah satu tokoh yang disakralkan bagi warga Lereng Gunung Panjalu, desa setempat. Bahkan acara sedekah bumi tidak sekadarnya digelar. Hampir seluruh warga tumpah ruah dalam satu acara, selama dua hari dua malam.

Seperti dilaksanakan Kamis, 26 April 2018, warga berbondong-bondong menuju tiga lokasi sekaligus untuk melakukan selamatan. Masing-masing, di dua sendang, Barat dan Timur, dan rumah kepala desa.

Kepala Desa Lengkonglor, Sumaji menyampaikan, acara sedekah bumi tersebut selalu dilakukan secara meriah, selama dua hari dua malam. Hari pertama dilaksanakan di dua sendang dan di rumahnya. Sedang esuk harinya merupakan puncak acara, dipusatkan di makam Eyang Sinari di Puncak Gunung Panjalu.

Warga Desa Lengkonglor mengadakan selamatan sedekah bumi di Sendang Tirto (foto-zal)

“Acara sedekah bumi dilaksanakan setelah musim panen padi dan jagung. Ini sebagai tanda syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rejeki, kesehatan, kesuksesan, serta kesehatan. Aktualisasinya lewat tempat yang disakralkan oleh warga sini (Desa Lengkonglor,Red),” terang Sumaji di sela-sela ritual sedekah bumi.

Juru Kunci Makam Eyang Sinari Gunung Panjalu, Jaito, (65) menyampaikan, puncak ritual sedekah bumi sengaja dilakukan di Makam Eyang Sinari di puncak Gunung Panjalu. Lantaran, Eyang Sinari menurut kepercayaan warga setempat sebagai tokoh yang sangat dihormati, yakni orang yang ikut babat Desa Lengkonglor bersama dua istrinya yang sama-sama dimakamkan satu lokasi.

“Acara sedekah bumi seperti ini sudah dilakukan warga Lengkonglor turun-temurun, lokasinya ya itu-itu saja,” kata Jaito usai memandu ritual sedekah bumi di Sendang Tirto.

Memang, pagi itu tampak ratusan warga berbondong-bondong sambil membawa uba rampe dan tumpeng menuju tiga lokasi secara bergantian. Lokasi pertama yang dituju adalah di Sendang Tirto sisi Barat, kemudian berpindah ke Sendang Tirto sisi Timur, terakhir di rumah kepala desa setempat. Sehingga, warga harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menyiapkan tiga tumpeng sekaligus.

“Karena lokasi yang dilakukan sedekah bumi tiga tempat, warga masing-masing juga membawa tiga tumpeng. Termasuk besuknya, warga juga membawa lagi tumpeng yang diarak menuju Makam Eyang Sinari,” tegasnya.

Masih menurut Kepala Desa Lengkonglor, Sumaji menjelang kegiatan sedekah bumi, warga bersama Satgas TMMD telah melakukan kerja bhakti membersihkan lingkungan sepanjang jalan utama, tempat ibadah, makam, sendang, dan Makam Eyang Sinari di Gunung Panjalu. Juga digelar pengajian akbar bagi warga setempat dengan mubaligh kondang Ki Gendeng dari Kediri. Baru, bertepatan pelaksanaan harinya, Jumat Pahing, 27 April 2018 dilakukan selamatan. Terakhir warga dihibur seni Tayub.

Sumaji mengakui, semenjak di desanya ada kegiatan TMMD, warga desa yang dipimpinnya mulai banyak kegiatan positif dan lebih bersemangat. Mulai dari kegiatan turun ke sawah hingga perajin di rumah-rumah.
Reporter: Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *