Berita Utama Birokrasi Hukum Kriminal News

Satgas TMMD dan Polres Nganjuk Sosialisasikan UU ITE

Hindari Masyarakat dari Ujaran Kebencian dan Fitnah dalam Medsos

NGANJUK ––  Tak hanya program fisik, TMMD Reguler ke-101 tahun 2018 Kodim 0810/Nganjuk juga gencar membangun non-fisik bagi warga di wilayah Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Bertempat di pendapa Kecamatan Ngluyu, Kodim 0810/Nganjuk bekerjasama dengan Polres Nganjuk menyelenggarakan sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) bagi aparat desa se-Kecamatan Ngluyu, Selasa, 24 April 2018.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono melalui Danramil 0810/20 Ngluyu, Kapten Inf. Suwanto menyampaikan, selama kegiatan TMMD yang dipusatkan di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, berbagai program telah disosialisasikan untuk masyarakat. Kali ini, giliran para kepala desa dan perangkat desa mendapat pengetahuan pasal UU yang mengatur tentang pemanfaatan media sosial (medsos) dan  ujaran kebencian.

“Sosialisasi UU ITE ini untuk memberikan pengetahuan para kepala desa dan perangkatnya untuk diteruskan kepada warga masyarakatnya masing-masing agar tidak terjebak dalam ujaran kebencian selama menggunakan media sosial,” terang Kapten Inf. Suwanto dalam sambutannya.

Hadir dalam sosialisasi ITE, Sekretaris Kecamatan Ngluyu Sumanto, S.Sos, Kasat Reskrim Polres NganjukAKP Yogi Ardi Khristanto, S.H, dan Kanit Binmas Polsek Ngluyu, Ipda Rudi Agus S.

“Masyarakat Ngluyu patut bersyukur, sudah dibuatkan jalan tembus, memperoleh ketrampilan, sekarang mendapat tambahan lagi tentang pengetahuan tentang hukum,” imbuh Danramil Ngluyu.

Sementara, narasumber sosialisasi UU ITE AKP Yogi Ardi Khristanto,S.H menyampaikan, mengujar kebencian atau memfitnah orang lain itu suatu pekerjaan yang tidak sulit dilakukan. Cukup duduk di rumah atau di mana saja, sambil memegang gadget, ujaran kebencian bisa terjadi.

“Tidak membutuhkan tempat yang khusus, cukup di rumah atau di mana saja, pekerjaan memfitnah orang itu bisa dilakukan,” kata AKP Yogi Ardi Khristanto di sela-sela pemaparan materi UU ITE.

Praktik ujaran kebencian dalam medsos, banyak dilakukan seperti update status di WhatsApp, facebook, instagram, dan lain-lain.

“Dan itu bisa dilaporkan kepada kami (polisi,red), yang penting ada barang bukti. Kalau merasa tidak senang cukup di-capture atau di-screenshoot, kemudian dijadikan barang bukti pelaporan,” lanjutnya.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *