Berita Utama Birokrasi Budaya Entertainment News Wisata

TMMD 2018 Kodim 0810/Nganjuk : Gali Potensi Wisata Lereng Kendeng Utara

Bantu Warga Bersihkan Sendang Jelang Ritual Nyadran

NGANJUK ––Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk ternyata memiliki potensi wisata unik untuk dikembangkan. Yakni berupa wisata alam dan legenda yang dapat menarik pengunjung untuk datang ke wilayah yang berada di kaki Pegunungan Kendeng Utara tersebut. Diantaranya berupa wisata alam ubalan di Goa Margotreso, Sendang Tirto, Gunung Perahu, Gunung Panjalu, Watu Gandul, dan wisata aoutbond di tengah hutan jati. Selain wisata alam, di beberapa tempat juga terdapat obyek wisata legenda, diantaranya makam Mbah Gedong di Desa Ngluyu, Eyang Sinari di Desa Lengkonglor, Mbah Puncu di Desa Puncu, dan Mbah Bajang di Gunung Perahu Desa Bajang. Anehnya, selama ini beberapa objek wisata tersebut tidak begitu dikenal banyak orang, sehingga sepi oleh pengunjung. Hanya satu obyek yang banyak dikenal, yakni wisata ubalan Goa Margotresno, sisi barat Pasar Ngluyu.

Camat Ngluyu, Drs. Supardi, M.Si mengakui, wilayah Ngluyu memiliki potensi wisata yang unik dan menarik untuk dikembangkan. Lantaran lokasinya berada di dataran tinggi, yakni di lereng Pegunungan Kendeng Utara yang banyak ditumbuhi hutan jati. Sehingga kondisi udara sangat sejuk dan asri. Hanya selama ini yang berkembang obyek wisata ubalan Goa Margotresno yang ditangani oleh karang taruna desa setempat dan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk. Sementara obyek wisata yang lain belum mendapat perhatian.

Satgas TMMD bersama warga membersihkan Sendang Tirto menjelang bersih desa (Nyadran)-foto-zal

“Padahal obyek yang lain juga menarik bila sama-sama dikembangkan,” terang Camat Ngluyu.

Selain itu, lanjut Camat Ngluyu, masyarakatnya memiliki adat dan tradisi yang kuat. Mereka sangat menghormati adat peninggalan para leluhurnya. Seperti peringatan bersih desa dengan ritual-ritual yang secara turun-temurun dilakukan seperti di jaman nenek moyangnya.

“Kalau di Ngluyu itu masyarakatnya sangat sederhana dan masih mempertahankan warisan nenek moyangnya, seperti perayaan bersih desa mengarak penari tayub ke Gunung Perahu, di Desa Bajang selalu dilakukan setiap tahun. Dan itu berlangsung sejak jaman dahulu,” tegasnya.

Kontan, potensi obyek wisata di sejumlah tempat di Ngluyu menarik perhatian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018 Kodim 0810/Nganjuk untuk mengembangkan. TMMD yang dipusatkan di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, prajurit TNI tidak hanya membangun infrastruktur berupa jalan tembus sepanjang 5,225 kilometer, serta sejumlah pembangunan rumah warga, mushala, dan tempat pendidikan. Melainkan bidang non-fisik juga menjadi perhatian serius untuk digali, dikembangkan dan dipertahankan.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, antara pembangunan fisik dan non-fisik berjalan beriringan. Kedua program tersebut dapat saling mendukung untuk meningkat kondisi perekonomian warga.

“Kita juga menggali potensi yang ada di wilayah tersebut untuk dikembangkan, tapi sarana lain seperti akses jalan juga tidak kalah pentingnya. Jangan sampai produktifitas warga macet hanya gara-gara tidak ada akses transportasi yang mendukung,” terang Dandim Letkol Arh. Sri Rusyono, Minggu, 22 April 2018 ditemui di lokasi TTMD.

Termasuk, anggota Satgas TMMD menggali potensi legenda desa, memperbaiki situs-situs, sendang, sumber air, makam seorang tokoh yang sangat dihormati di desanya, dan lain-lain.

Seperti dilakukan anggota Satgas TMMD, bersama warga Desa Lengkonglor membersihakan sebuah sendang yang selama ini disakralkan oleh penduduk setempat. Sumber mata air yang dikenal dengan sebutan “Sendang Tirto” itu dikuras menggunakan diesel, sehingga airnya jernih.

Dandim juga melihat, di Ngluyu banyak teradapat bangunan rumah joglo yang berdiri kokoh. Rumah-rumah tradisional khas permukiman orang jawa tersebut masih bertahan dengan baik di wilayah Ngluyu. Padahal, di sejumlah daerah, rumah joglo sudah mulai punah berganti rumah-rumah modern.

“Ini (rumah joglo,red) yang banyak menarik perhatian wisata asing. Mereka suka tinggal di rumah joglo sambil menikmati potensi wisata yang ada. Kalau di Ngluyu, potensi-potensi wisata tersebut diperhatikan, sangat mungkin dapat menyedot wisatawan asing untuk datang ke Ngluyu,” ujarnya.

Sumarsono, (45) warga setempat, Sendang Tirto menurut kepercayaan penduduk setempat dianggap sebagai sumber kehidupan. Sumber airnya yang tidak pernah berkurang meski musim kemarau, sangat membantu warga desa setempat, baik sebagai kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), juga sebagai konsumsi air minum dan memasak.

Setiap menjelang bersih desa, yang jatuh pada hari Jumat Kliwon, bulan April, sekitar lokasi sendang selalu dibersihkan.

“Warga secara bergotong-royong membersihkan hanya bagian luarnya, supaya bersih,” ujar Sumarsono.

Untuk itu, Satgas TMMD berusaha membersihkan sumber air dengan cara menyedot, agar airnya berganti bersih dan dapat diminum.

Selain membersihkan Sendang Tirto, warga juga membersihkan makam Eyang Sinari di Punden Gunung Panjalu, tempat-tempat ibadah, saluran air, dan tepian jalan setiap menjelang peringatan bersih desa.

Reporter : Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *