Berita Utama Birokrasi News

Kendala Teknis Tak Ganggu Target Jalan Tembus

Sejak Ditembus, Mulai Timbul Mimpi Warga Lengkonglor

NGANJUK –– Proses pekerjaan jalan tembus sepanjang 5,225 kilometer lebar 3 meter dari Desa Losari, Kecamatan Gondang menuju Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu sempat tersendat. Pasalnya, selama beberapa hari terakhir sering turun hujan, sehingga menghambat dropping material. Kendati terjadi kendala teknis, namun tidak sampai mengganggu target 30 hari, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018, Kodim 0810/Nganjuk tersebut. Karena, sedikitnya 101 personil diterjunkan ke lokasi dibantu warga setempat, tiap harinya.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono melalui Kapten Inf. Suwanto, Komandan SSK Satgas TMMD 101 Kodim 0810/Nganjuk menyampaikan, pasukan yang diterjunkan terdiri dari anggota TN – AU sebanyak 30 orang, ARMET 12 orang, SIPOR 10 orang, Kodim 0810 Nganjuk 33 orang, Penrem 2 orang, Kesrem 3 orang, Binta Rem 2 orang, dan Polri 10 orang.

“Itu belum ditambah dari bantuan warga setempat yang setiap hari ikut membantu secara bergantian. Meski ada kendala teknis, seperti keterlambatan material, target waktu pasti dapat terpenuhi,” terang Kapten Inf. Suwanto di lokasi TMMD, Minggu, 22 April 2018.

Warga bergotong royong membantu proses pengaspalan (foto-zal)

Dropping material yang sering terlambat selama ini adalah batu jenis 33. Berkat, pekerja yang jumlahnya banyak, menjadikan pekerjaan cepat selesai, sehingga ketersediaan material batu cepat habis melebihi target pekerjaan selama pekerjaan batu makadam. Namun setelah itu, lanjut Danramil Rejoso, dilanjutkan dengan pengaspalan, pekerjaan terus berjalan lancar.

Saido, (60) warga setempat menuturkan, pekerjaan jalan tembus di desanya tergolong cepat. Padahal, pekerjaan dimulai dari nol, ketika kondisi jalan tembus sebelumnya masih berupa hutan. Prajurit TNI harus menerobos hutan terlebih dahulu sebelum kemudian dilakukan penataan pecahan batu makadam. Apalagi, jalan yang dikerjakan sejauh 5,225 kilometer dengan lebar seluruhnya 5 meter, merupakan pekerjaan tidak ringan.

“Itu kalau dikerjakan warga desa sendiri, butuh waktu berbulan-bulan baru selesai,” jelas kakek yang rela rumahnya ditempati menginap para prajurit TNI itu.

Yang menggembirakan, lanjut Saido, selama di desanya ada kegiatan TMMD, kondisi warga desa setempat menjadi lebih bersemangat. Mulai banyak mimpi, agar desa yang semula sepi, selanjutnya dapat berkembang dan banyak dikunjungi orang. Apalagi setelah jalan tembus antar dua kecamatan, Gondang dengan Ngluyu terhubung, aktivitas warga menjadi lebih bergairah.

“Yang petani dapat menjual hasil panen ke lain daerah, anak sekolah bisa melanjutkan ke luar Ngluyu, seperti Gondang, Lengkong, atau Nganjuk, karena jalannya sudah enak dan dekat,” tegasnya.

Reporter: Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *