Berita Utama Birokrasi Bisnis Ekonomi News Pertanian

TMMD 2018 Kodim 0810/Nganjuk : Ajari Petani Olah Sampah jadi Pupuk Organik

Optimalisasi Ketahanan Pangan dan Cetak Petani Mandiri

NGANJUK– Optimalisasi ketahanan pangan menjadi perhatian serius dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018 Kodim 0810/Nganjuk. Kali ini, TMMD menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Nganjuk guna memberikan pelatihan produksi pupuk organik kepada beberapa petani di wilayah Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hasilnya, pupuk organik berbahan dasar sampah tersebut sebagai penopang kebutuhan pupuk petani, sehingga produksi pertanian meningkat.

Sumadi ST, M. Kl, Kasi Pengelolaan Sampah Dinas LH Kabupaten Nganjuk menuturkan, pengeloaan sampah saat ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan guna menambah penghasilan warga. Yang selama ini dianggap menjadi masalah, sampah ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi bila dikelola dengan baik, menggunakan teknologi tepat guna. Diantaranya, dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman.

TMMD Kodim/Nganjuk bersama Dinas LH Kabupaten Nganjuk mengajari petani mengolah sampah menjadi pupuk kompos (foto-zal)

“Pupuk organik sangat baik untuk tanaman, selain dapat mengembalikan tingkat kesuburan tanah akibat terlalu banyak pemanfaatan pupuk buatan juga hasil tanaman terbebas dari zat kimia, sehingga aman dikonsumsi manusia,” terang Sumadi di hadapan puluhan petani, di Balai Desa Ngluyu, Kecamatan Ngluyu, Rabu, 18 April 2018.

Selain itu, lanjut Sumadi, pengolahan sampah dapat mengurangi volume sampah hingga 68 persen. Pasalnya, dari bahan sampah 1 meter kubik dapat diproses menjadi 0,3 meter kubik pupuk organik.

“Sampah yang semula dianggap sebagai musibah dapat diubah menjadi anugerah,” tegasnya.

Praktik langsung cara mengolah sampah menjadi pupuk kompos (foto-zal)

Hadir dalam pelatihan pengolahan sampah, Rakidjan, S.Sos Kasi Pemerintahan Kecamatan Ngluyu, Wisnu Anang Prabowo, SP Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas LH Kabupaten Nganjuk, Lely Subagyo, S.Pd Kades Ngluyu, dan Serma Joko Santoso Bati Ter Kodim 0810/Nganjuk.

Selain memberikan pelatihan pengolahan sampah, juga dilakukan praktik pemanfaatan alat pencacah sampah keliling non-agitasi.

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono melalui Serma Joko Santoso Bati Ter Kodim 0810/Nganjuk menyampaikan, pelatihan pengolahan sampah bagi petani di wilayah Kecamatan Ngluyu sengaja dilakukan guna mendukung program ketahanan pangan wilayah setempat. Sehingga petani tidak menggantungkan pupuk buatan pabrik untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya. Selain itu, petani dapat menghemat biaya lantaran dari pengolahan sampah menjadi pupuk organik, petani tidak mengeluarkan biaya. Mereka hanya menyediakan tenaga dan bahan baku berupa sampah atau kotoran ternak.

“Sisi positifnya cukup banyak, pengolahan sampah juga dapat mengatasi pencemaran lingkungan, dapat meringankan biaya operasional, kualitas pupuk organik yang dihasilkan tidak kalah dari pupuk kimia, tidak menyebabkan tanah menjadi tandus justru dapat memulihkan kondisi tanah akibat terlalu banyak menggunakan pupuk kimia, serta dapat menjadi usaha sampingan petani bila diproduksi untuk dijual,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *