Berita Berita Utama Birokrasi Edukasi News

Prajurit TNI Soalkan Wawasan Kebangsaan Tipis

Muncul Perilaku Menyimpang di Kalangan Pelajar dan Generasi Muda

NGANJUK– Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Kodim 0810/Nganjuk menyelenggarakan sosialisasi wawasan kebangsaa bagi peserta didik di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Satgas TMMD Kodim 0810/Nganjuk menyoal tipisnya wawasan kebangsaan di kalangan pelajar dan generasi muda.  Sehingga, banyak ditemukan munculnya perilaku menyimpang pada diri pelajar dan generasi muda yang mengarah kepada instabilitas nasional.

Pasi Ter Kodim 0810/Nganjuk, Lettu Arh Yono Periyono menyampaikan, salah satu indikator munculnya perbuatan melanggar hukum tersebut, lantaran tingkat pemahaman terhadap wawasan kebangsaan menipis. Diantaranya terhadap nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Untuk itu, tujuan penyuluhan wawasan kebangsaan ini agar para generasi muda terutama pelajar tidak mudah terkontaminasi oleh pengaruh paham-paham radikal atau organisasi terlarang lainnya,” jelas Lettu Arh. Yono Periyono di hadapan siswa SMPN 1 Ngluyu, Kamis, 19 April 2018.

Di sela-sela sosialisasi, peserta diberi kesempatan tanya jawab berhadiah (foto-zal)

Kesempatan yang sama Wakil Kepala SMPN 1 Ngluyu, Purwadi menandaskan  bangsa ini telah terjadi banyak masalah. Salah satu titik kelemahan ditimpakan kepada masalah pendidikan akibat lemahnya penghayatan dan pengamalan terhadap Pancasila. Diantaranya, lemahnya pada penghayatan, pemahaman, dan pengamalan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Lemahnya kesadaran hukum dan konstitusi, lemahnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta kurangnya toleransi sesama anak bangsa. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara perlu dukungan semua pihak dan harus terus-menerus digulirkan, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Banyak orang meremehkan Pancasila yang menganggap itu sudah kuno, ketinggalan zaman, sudah di luar kepala dan lain-lain. Tapi begitu diminta untuk mengucapkan Pancasila, sila yang pertama ‘Ketuhan Yang Maha Esa’ saja sudah lupa,” tuturnya.

Menyesali hal itu, pemerintah memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mensosialisasikan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh bangsa indonesia.

“Sosialisasi wawasan kebangsaan yang diberikan oleh prajurit TNI sudah tepat, sebagai sasarannya adalah pelajar, termasuk pemahaman dan aktualisasi terhadap bendera merah putih, sumpah pemuda, serta bahasa Indonesia,” tegasnya.

Menariknya, di sela-sela sosialisasi, diberikan kesempatan sesi tanya jawab berhadiah.

Bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan seputar wawasan kebangsaan, mereka mendapat hadiah. Ini untuk memberi semangat peserta sosialisasi selama mengikuti kegiatan.

Reporter : Sukadi

Editor: Nidya Pratiwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *