Berita Utama Birokrasi News

Polres Nganjuk Gelar Nikah Massal

Beri Kepastian Hukum Bekal Masa Depan Mempelai

NGANJUK– Halaman Mapolres Nganjuk mendadak ramai dikunjungi banyak orang. Mereka datang diundang Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta karena hajatan nikahan. Tidak tanggung-tanggung, orang nomor satu di jajaran Polres Nganjuk ini menikahkan 42 pasang pengantin dan sekaligus membagikan buku nikah, Rabu, 18 April 2018.

Tampak masing-masing mempelai diarak menuju pelaminan yang telah disediakan. Mereka berangkat dari Hotel Nirwana Nganjuk dengan naik becak, dikayuh oleh polisi. Di depannya arak-arakkan pasukan Brimob dan mobil patroli. Di depan Mapolres sudah menunggu kesenian Barongsai, siap menjemput kedatangan para mempelai.

Hanya, setelah tiba di halaman mapolres, mempelai wanita dipisah dari mempelai pria. Terlebih dahulu, mempelai wanita digiring menuju pelaminan didampingi seorang bhayangkari. Sementara, mempelai pria dikarantina dalam satu ruangan.

Nikah massal, masing-masing mempelai diarak menuju pelaminan naik becak, dikayuh polisi (foto-sukadi)

Sambil menunggu prosesi pernikahan dimulai, dilakukan upacara ijab qobul secara simbolis dan pembayaran uang mahar oleh mempelai pria kepada istrinya.

Usai ijab qobul, giliran mempelai pria diarak menuju pelaminan dari ruang karantina. Menariknya, masing-masing mempelai pria, matanya disekap dengan kain hitam. Namun untuk menuju pelaminan, masing-masing didampingi seorang anggota polisi.

Begitu sampai di depan pelaminan, kain hitam dilepas dan diperkenankan mempelai pria mencari istrinya masing-masing. Kontan kelucuan terjadi saat prosesi melepas kain pengikat hitam dari matanya. Lantaran, mempelai pria harus mondar-mandir mencari istrinya yang sudah beberapa saat duduk di atas kursi pelaminan. Tak heran, sorak – sorai dari tamu undangan pecah bersama prosesi melepas kain pengikat.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menyampaikan, tujuan dilaksanakan nikah gratis ini untuk memberikan kepastian hukum bagi warga negara khususnya Nganjuk, bahwa sahnya pernikahan itu sangat perlu untuk kehidupan ke depannya. “Selain itu kita juga memandang aspek psikologi sosial bagi mereka yang belum nikah secara resmi,” paparnya.

Menurut Dewa, dari 42 pasangan tersebut, 36 di antaranya sebelumnya telah nikah siri, 3 pasangan duda dan janda, 2 pasangan jejaka dan perawan, serta satu pasang jejaka dan janda. “Yang nikah siri ada yang sampai punya anak,” bebernya.

Hadir dalam prosesi nakah bareng gratis adalah Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono S, S.E, mantan Plt Bupati Nganjuk KH Abdul Wakhid Badrus, Forkompimda, serta seluruh kepala KUA kecamatan.

Reporter : Sukadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *