Berita Utama Birokrasi News

Bertemu Setelah 45 Tahun Terpisah Begini Kronologisnya

Satgas TMMD Andil Mediasi Sepupu Kembali di Tengah Keluarga

NGANJUK –  – Setelah 45 tahun menghilang, Mbah Hasyim, (65) dapat kembali bertemu saudara sepupunya, Mbah Hadi, (62) warga Desa Lengkong, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 13 April 2018.  Saudara sepupu tersebut kembali bersatu atas perjuangan Koptu Satimin anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 101 Kodim 0810/Nganjuk yang dipusatkan di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu. Karuan saja, suasana haru mewarnai pertemuan kedua kakek tersebut.

Bagaimana cerita pertemuan antara Mbah Hasyim dengan Mbah Hadi ? Begini kronologis!

Awalnya, Koptu Satimin melakukan anjangsana ke rumah Mbah Hadi, warga Desa Lengkonglor. Setelah beberapa saat ngobrol bersama Mbah Hadi, tiba-tiba kakek yang dianggap sebagai sesepuh desa setempat itu menceritakan ikhwal hilangnya saudara sepupunya, bernama Hasyim yang meninggalkan rumah sejak Pebruari 1973 silam. Menurut informasi yang selama ini didapat, saudaranya tinggal di Banyuwangi. Hanya Mbah Hadi kesulitan untuk mencari dimana kakak sepupunya berada. “Banyuwangi kan sangat luas, mau saya cari tidak tahu alamatnya. Nanti malah saya yang keblasuk-blasuk (kesasar,red),” terang Mbah Hadi.

Mbah Hasyim (tengah) saat berada di rumah Mbah Hadi (foto-zal)

Mendapat informasi keberadaan Mbah Hasyim di Banyuwangi, Koptu Satimin bergegas menghubungi beberapa teman dan keluarganya yang ada di Banyuwangi.

Beruntung, tidak lama kemudian Koptu Satimin mendapat informasi dari salah satu keluarganya, bila ada kepala desa memiliki warga bernama Hasyim, saudaranya tinggal di Nganjuk tapi tidak tahu di mana tempat tinggalnya. Kepada kepala desanya, Hasyim juga menceritakan telah lama berpisah sejak 45 tahun lalu.

Mendapat informasi awal, Koptu Satimin lantas minta saudaranya di Banyuwangi mengirim foto Mbah Hasyim untuk ditunjukkan kepada Mbah Hadi. Benar, Mbah Hadi tidak mengelak dan masih segar mengingat saudaranya meski hanya lewat foto dan lama tidak bertemu.

Mbah Hasyim mengenakan kaos (SOLO) di antara keluarga Mbah Hadi dan Koptu Satimin (foto-zal)

“Nggih niki dulur lanang kula. Kula mboten pangling blas. (Iya ini saudara laki-laki saya. Saya tidak lupa sama sekali),” tegas Mbah Hadi meyakinkan.

Hasil pencarian Mbah Hasyim selama 45 tahun terpisah tersebut akhirnya dilaporkan kepada DanSatgas TMMD Letkol Arh. Sri Rusyono.

“Bapak DanSatgas akhirnya memerintahkan kepada saya untuk berkoordinasi dengan keluarga Mbah Hadi agar Mbah Hasyim bisa dibawa ke Nganjuk dipertemukan dengan Mbah Hadi. Tepat tanggal Jumat malam, 13 April 2018, Mbah Hasyim diantar keluarganya dari Banyuwangi ke Desa Lengkonglor,” urai Koptu Satimin.

Karuan, suasana haru dan tangis meledak di rumah Mbah Hadi malam itu. Kedua saudara tersebut berpelukan erat saling melepas kerinduan yang selama 45 tahun terpendam.

“Benar-benar tidak menyangka kami bisa bertemu adik (sepupu,red) saya lagi setelah lama berpisah. Atas kehendak Gusti Allah melalui bapak tentara, akhirnya kami dapat dipetemukan lagi. Kami hanya bisa bilang ‘matur suwun’ (terima kasih,red) kepada bapak-bapak tentara. Hanya Gusti Allah yang membalasnya,” tutur Mbah Hasyim yang masih terlihat gagah dan sehat.

Menurut Mbah Hadi, sejak ada kegiatan TMMD di desanya, banyak hal yang dapat dirasakan warga setempat. Mulai dari pembangunan jalan baru, renovasi rumah tidak layak huni, pengobatan gratis, hingga membantu orang bekerja di sawah. Bahkan terakhir, lewat bantuan Koptu Satimin, dapat menyatukan keluarganya yang sudah 45 tahun menghilang.

“Masih banyak hal-hal yang di luar dugaan sejak ada bapak-bapak tentara masuk desa sini (Lengkonglor,red). Kami hanya bisa bilang terima kasih kepada Bapak Komandan Kodim dan semua anak buahnya, semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar Nurrohmah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *