Berita Utama Birokrasi News

PosKes TMMD Tak Sepi Pasien Berobat

Tim Medis Datangi Rumah Warga hingga Nangis Teringat Ibunya

NGANJUK – ANJUKZONE – Tampaknya masalah kesehatan  bagi warga Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu menjadi persoalan tersendiri. Lantaran klinik pengobatan atau Puskesmas, jaraknya cukup jauh. Belum lagi, kondisi akses jalan banyak yang rusak atau masih berupa makadam. Warga di lereng Pegunungan Kendeng tersebut lebih memilih tinggal di rumah meski dalam kondisi sakit. Mereka sudah terbiasa memanfaatkan obat-obatan tradisional dari tumbuh-tumbuhan atau membeli obat kemasan yang terjual di warung-warung.

Fenomena warga Desa Lengkonglor mendadak berbeda dari hari-hari biasanya, setelah di Posko TMMD 101 Reguler 2018 telah disediakan Pos Kesehatan oleh Kodim 0810/Nganjuk. Hampir setiap hari banyak didatangi warga untuk berobat atau tim mendatangi dari rumah ke rumah warga yang sakit. Anehnya, semua layanan kesehatan diberikan cuma-cuma.

Kamis sore, 12 April 2018, Posko TMMD 101 mendadak didatangi Jaminem, (52) warga Dusun Gurit, desa setempat. Dia menceritakan kondisi ibunya, Paisah, (73) mendadak lemas dan segera membutuhkan pertolongan medis. Menerima laporan ada warga sakit mendadak, Pawas Posko TMMD 101, Kapten Cba. Triatmoko langsung menghubungi anggota Tim Kesehatan TMMD 101.

Kapten Cba. Triatmoko yang juga Danramil 0810/18 Ngetos bersama tim medis dan ditemani beberapa satgas lain mendatangi rumah Paisah.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan diberi obat, tim medis menyampaikan bahwa selain faktor usia, Paisah menderita kelelahan, sehingga, dia tiba-tiba lemas.

“Sakit Mbah Paisah sebenarnya tidak begitu parah. Dia hanya butuh banyak istirahat dan makan yang cukup agar kesehatannya segera pulih,” ujar Kapten Cba. Triatmoko saat ikut mendampingi di rumah Paisah.

Anehnya, setelah ditangani tim medis, orang-orang yang berada di sekitar Paisah terkejut. Lantaran salah satu anggota Satgas TMMD, Serda Syaifudin tidak dapat menahan tangis.

Saat itu, Serda Syaifudin sedang menyuapi Paisah atas permintannya sendiri. Namun baru tiga kali suap, tiba-tiba tangis ambrol layaknya anak kecil. Karuan saja, orang-orang yang berada di dekatnya ikut bingung, apa yang sedang terjadi pada diri Serda Syaifudin.

Menurut Syaifudin, saat menyuapi Paisah, langsung teringat pada ibunya yang sejak 15 tahun silam berpisah. Saat ditinggal dinas sebagai prajurit TNI, ibunya berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.

“Padahal, saya belum bisa membalas budi apa-apa kepada ibu,” kata Syaifudin terbata-bata.

Aidil, warga setempat menyampaikan, hampir setiap hari ada warga yang datang mengeluh sakit, seperti sakit demam, pusing, flue, sakit gigi, dan lain-lain. Mereka datang ke posko minta diperiksa dan obat.

Esok harinya, tim medis mendatangi ke rumah-rumah bagi warga yang telah ditangani berobat. Ini untuk memastikan penanganan tindak lanjut setelah datang di pos kesehatan.

“Yang jelas warga sini (Desa Lengkonglor,Red) merasa terbantu setelah ada pos kesehatan. Mereka berbondong-bondong ingin berobat gratis,” jelas Aidil.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *