Berita Utama Birokrasi News

Lansia dan Ibu Hamil Serbu Pengobatan Gratis

Komandan Kodim 0810/Nganjuk Harap Warga Sehat Lahir Batin

NGANJUK – ANJUKZONE – Membludaknya warga Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang ingin berobat gratis, menarik perhatian Komandam Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono untuk mendatangkan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Ngluyu. Komandan Kodim 0810/Nganjuk ini berharap, warga Desa Lengkonglor dan sekitarnya harus sehat lahir dan batinnya. Sehingga mereka dapat kembali beraktifitas sesuai pekerjaannya masing-masing.

Sedikitnya 144 warga mendatangi Pos Kesehatan TMMD Reguler 101 bertempat di Kantor Desa Lengkonglor, Jumat, 13 April 2018. Mereka hendak memeriksakan kesehatannya dan mendapatkan obat secara cuma-cuma yang diadakan oleh PosKes TMMD bersama Puskesmas Ngluyu.

Pengobatan gratis didominasi oleh warga lanjut usia (lansia) dan ibu hamil tersebut secara bergantian diperiksa oleh tim medis yang bersiap sejak pagi. Mereka terpisah menjadi beberapa kelompok, termasuk kelompok lansia, penderita katarak, THT, kulit, kolesterol, gula, dan sebagainya. Sementara kelompok ibu hamil ditangani oleh tenaga medis khusus.

“Tergolong banyak warga yang datang berobat ke Pos Kesehatan. Mereka menderita sakit yang bervariasi, ada yang mengeluhkan matanya, masalah pendengaran, gatal-gatal, dan sebagainya. Kebanyakan sudah lansia,” terang Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono di lokasi pengobatan gratis.

Selain mendapat pengobatan gratis, warga yang bermasalah dengan penglihatannya juga dibantu kacamata gratis.

  1. Lamdot Ahmad, (54) yang datang ke pos pengobatan gratis karena menderita sakit kulit dan penglihatannya itu kini bisa bernafas lega. Pasalnya, sudah puluhan tahun penyakit kulit yang dideritanya tidak kunjung sembuh lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat. Sehingga, begitu mendengar ada program pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Kodim 0810/Nganjuk, dia datang paling awal.

“Kemarin Pak RT datang ke rumah, saya disuruh ikut berobat gratis. Makanya saya datang duluan biar cepat mendapat obat,” kata Ahmad.

Yang membuat dia tidak dapat menahan haru, karena mendapat bantuan kacamata. Sehingga dia kembali dapat melihat dengan jelas. Padahal sudah tiga tahun terakhir, sakit katarak yang dideritanya sangat mengganggu pekerjaannya sebagai petani.

Alhamdulillah saya sudah bisa melihat dengan jelas lagi setelah berobat dan diberi kacamata gratis,” tegasnya.

Sebelumnya, Ahmad tidak menyangka bakal mendapat bantuan kacamata gratis. Pasalnya, selama ini ketika berobat di puskesmas hanya diberi obat saja. Sedangkan untuk membeli kacamata harus mengeluarkan uang sendiri.

Hal yang sama disampaikan Sadiatun, (60) usai mendapat pengobatan gratis. Sambil menunjukkan bungkusan obat dari Pos Kesehatan, Sadiatun sebelumnya, sering mengeluh badannya mudah lemes dan sulit tidur. Selama ini, oleh keluarganya tidak dibawa berobat meskipun ke puskesmas terdekat. Yang dia lakukan, minum obat stelan dari warung terdekat.

Karo mbake sing ayu mau gak oleh kerja sing abot-abot, dikon istirahat, mangan sing akeh. Terus diwenehi obat sak gebok iki, kon ngombe sedina ping telu (Sama Mbak yang cantik tadi, tidak boleh kerja berat, disuruh banyak istirahat, makan yang banyak. Terus diberi obat banyak ini, disuruh minum tiga kali sehari),” jelas Sadiatun.

Reporter : Sukadi

Editor: Yuniar Nurrohmah

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *