Berita Utama Birokrasi News

Jalan Tembus Bukan Sekadar Kejar Target, Tapi Kualitas

Kodim 0810 Nganjuk Libatkan Armed, Paskas, Warga hingga Banser

NGANJUK – ANJUKZONE – Kendati target 30 hari harus sudah selesai pembangunan jalan tembus antara Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu menuju Desa Losari, Kecamatan Gondang, namun Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol Arh. Sri Rusyono tidak ingin gegabah. Hingga masuk hari ketiga, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 tahun 2018 dengan aktifitas menata pecahan batu jalan tembus sepanjang 5,25 kilometer dengan lebar 5 meter, ratusan prajurit TNI dibantu warga telah dikerahkan, pekerjaan baru mencapai kurang dari 3 kilometer. Diperkirakan, pekerjaan jalan makadam bakal tuntas 100 persen sekitar 4 – 5 hari lagi.

“Rata-rata tiap hari, pekerja hanya mampu menata pecahan batu makadam sekitar 500 meter. Mungkin 4 sampai 5 hari lagi sudah bisa selesai 100 persen,” ujar Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol Arh. Sri Rusyono saat mengunjungi lokasi TMMD, Jumat sore, 06 April 2018.

Menurut Letkol Arh. Sri Rusyono, sistem pekerjaan sengaja dirancang sedemikian rupa agar cepat selesai. Yakni diawali dari ujung Desa Losari, Kecamatan Gondang perlahan bergeser menuju Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu. Tujuannya, agar pekerjaan tidak terganggu kendaraan pengangkut material.

Prajurit TNI bersama warga bergotong royong membangun jalan tembus Desa Lengkonglor menuju Desa Losari (foto-sukadi)

“Kalau dimulai dari Desa Lengkonglor, pekerjaan bisa terganggu oleh kendaraan yang mengangkut material. Karena droping material diawali dari utara (Lengkonglor,Red),” tegasnya.

Apabila pekerjaan makadam sudah selesai, lanjutnya, baru dimulai dengan pengaspalan dan finishing. Termasuk penataan berm pada bagian kanan dan kiri bahu jalan, serta saluran air. Untuk itu, pekerjaan tidak dapat dikebut tanpa memperhatikan kualitas.

“Berm dan saluran air itu penting, karena kalau terjadi hujan, air jangan sampai meluber sehingga merusak jalan yang sudah dikerjakan,” katanya.

Menyoal tenaga bantuan dari warga setempat, Komandan Kodim menandaskan, dilakuakn secara bergilir. Mereka dibagi dua shift berbeda, pagi dan sore. Bahkan, mulai hari ke-empat, personil yang ikut bergotong-royong bertambah banyak, yakni datang sukarela dari ‘Banser’ kabupaten Nganjuk. Mereka turut membantu pekerjaan hingga tuntas.

Sedangkan untuk personil dari TNI, Kodim 0810 sengaja mendatangkan dari Armed XII (Arteleri Medan) Ngawi dan Paskas (pasukan khas) Angkatan Udara Madiun, serta sejumlah prajurit dari Kodim sendiri. Para prajurit TNI tersebut akan melaksanakan tugasnya hingga pekerjaan selesai.

Sekadar diketahui, tampak ratusan prajurit TNI bersama warga bergotong royong menata pecahan batu untuk membuat jalan makadam. Meski kondisi cuaca cukup panas, mereka tetap bersemangat. Kebersamaan antara prajurit dan rakyat terjalin. Mereka saling membantu satu sama lain.

Beberapa orang memposikan sebagai tukang menata pecahan batu, sebagian lain mendekatkan batu-batu agar mudah diraih. Tampak pula, pekerja yang mengusung batu menggunakan karung, dipikul depan-belakang, sebagian lain mencangkul pasir untuk ditaburkan pada sela-sela pecahan batu yang sudah tertata rapi. Mungkin tujuannya agar batu-batu yang tersusun berdiri tegak tersebut tidak mudah ambruk bila di sela-selanya penuh dengan pasir bercampur kerikil.

Di belakang para pekerja penyusun pecahan batu, sudah menyusul alat berat untuk melindas tatanan batu hingga terlihat rapi. Di depan masih ada dua alat berat, back-hoe dan walles. Back-hoe bekerja mendekatkan tumpukan pecahan batu ke tengah badan jalan, sedangkan walles yang berada paling depan, meratakan tanah yang hendak ditumpukki pecahan batu makadam.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *