Berita Utama Birokrasi News

Nangis Lihat Rumahnya Dirobohkan Tentara

Hujan Deras Sempat Takut Tinggal dalam Rumah

NGANJUK – ANJUKZONE – Sudarsono, (50) warga Dusun Guret, Desa Lengkonglor, RT06/RW02, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sempat meneteskan air mata melihat rumahnya dirobohkan oleh anggota tentara, 19 Maret 2018 lalu. Pria sehari-hari bekerja sebagai petani ini menangis bukan takut kehilangan rumahnya, justru bahagia bakal memiliki rumah baru layak huni yang selama ini diidam-idamkan. Lantaran rumah lamanya, berukuran 4 X 8 meter persegi berdinding papan kayu bekas dan berlantai tanah nyaris roboh. Kondisi dalam rumah, tanpa kamar permanen, hanya disekat dengan papan kayu bekas juga. Bahkan antara dapur dengan kamar berada dalam satu ruangan. Sementara, tiang penyangga rumah juga terlihat sudah mulai rapuh termakan usia, serta usuk dan reng penyangga atap rumah, banyak yang hancur.

Sebaliknya, kondisi rumahnya sekarang tampak lebih bagus. Berukuran lebih luas dari kondisi sebelumnya, yakni 5 X 8 meter persegi. Pembangunan sudah berjalan sekitar 75 persen, dikerjakan oleh tiga warga setempat dan tiga anggota TNI tiap harinya. Berdinding batu bata dengan kerangka besi beton, memiliki kamar-kamar permanen, serta terdapat kusen pintu dan jendela.Genting diganti yang baru, dengan lantai dan tembok diplester menggunakan semen. Ini setelah mendapat bantuan rehab rumah layak huni dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 0810 Nganjuk yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Ngluyu.

“Saya sempat meneteskan air mata ketika rumah yang dulu dibongkar dan akan dibangun dengan batu bata, ada jendela dan pintunya,” tutur Darsono ditemui wartawan, Kamis, 05 April 2018.

Proses pekerjaan rehab rumah program TMMD ke-101 Kodim 0810 Nganjuk di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu (foto-tok)

Sebelumnya, lanjut Darsono, dengan rumah lamanya, sempat was-was, takut tertimpa bangunan rumah bila ada hujan deras bercampur angin. Karena pada ujung-ujung atap rumah bergerak-gerak dan berbunyi cukup keras ketika ada hujan deras bercampur angin. Bahkan sempat beberapa kali keluar rumah, lantaran takut rumahnya roboh.

Sebenarnya, keinginan membetulkan rumah lamanya sempat terpikirkan. Dimulai dari mengganti reng dan usuk, serta beberapa tiang penyangga yang mulai rapuh. Namun penghasilan sebagai buruh petani di tepi hutan tidak memungkinkan untuk membeli bahan baku yang diharapkan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya, Jaminem, (45), keluarga dan orang tuanya, sering kali kekurangan. Beruntung ada tawaran dari salah satu perangkat desa bahwa rumahnya akan direhab lewat program TMMD.

“Makanya, saya sampai nangis. Bersyukur ada bantuan rehab dari bapak tentara,” tegas pria beranak 4 ini.

Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol Arh. Sri Rusyono menyampaikan, sebenarnya bukan hanya rumah milik Darsono yang mendapat bantuan rehab. Masih ada beberapa rumah warga lain yang mendapat perbaikan dari program TMMD ke-101 tahun 2018. Termasuk rehab mushala dan bangunan sekolah TK. Ini menyusul pembangunan jalan baru menerobos Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu  menuju Desa Losari, Kecamatan Gondang sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar 5 meter.

“Kalau bangunan rumahnya bagus, jalan-jalan juga bagus, mereka bisa hidup lebih tenang,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *