News Politik Regional

Blusukan Pasar Tradisonal, Khofifah Ajak Ibu-ibu Tanam Cabe

Berbagi Pengalaman Atasi Fluktuasi Harga Cabe

JOMBANG – ANJUKZONE – Khofifah Indar Parawansa, calon gubernur (cagub) Jawa Timur ini ternyata memiliki kekegamaran bercocok tanam. Hobby-nya menanam cabe, sering dilakukan semasa masih tinggal di kediamanannya, Surabaya maupun Jakarta. Pengalaman pribadinya, bercocok tanam cabe dalam media polibag tersebut ditularkan kepada ibu-ibu saat blusukan ke Pasar Tradisional Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis, 29 Maret 2018.

Cagub nomor urut 1 berpasangan dengan calon wakil gubernur (cawagub) Emil E. Dardak ini menyebut, menanam tanaman cabe di rumah agar tak terpengaruh harga cabe yang fluktuatif dan cenderung mengalami kenaikan harga yang signifikan akhir-akhir ini.
“Saya melakukan itu bertahun-tahun, di rumah yang di Surabaya maupun di Jakarta, selalu saya punya stok pohon tanaman cabe. Sehingga ‘Anytime’ saya butuh untuk sambal, minimal saya punya, dengan masing-masing menanam di rumah, saya kira akan bisa menjadi bagian penetrasi harga,” papar Khofifah saat bertemu pendukungnya di Pasar Mojoagung Jombang..
Soal fluktuasi harga cabe yang sangat cepat ini, Khofifah menjelaskan, dirinya mengetahui secara pasti karena ia sering melakukan ‘blusukan’ ke pasar-pasar, terutama pasar tradisional di Jawa Timur.
“Yang agak terasa (naik) nya adalah cabe dan bawang putih. Karena cabe itu kan banyak terkait dengan pemilik warung, penjual-penjual makanan, mereka tidak mungkin menaikkan harga makanan,” kata Khofifah kepada sejumlah wartawan, sesaat sebelum meninggalkan Pasar Mojoagung.
Dengan naiknya harga cabe akhir-akhir ini, mantan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia itu menghimbau agar mengurangi volume mengkonsumsi cabe.
Terkait program kampanyenya yang salah satunya adalah perhatian terhadap pasar-pasar tradisional, Khofifah kembali menandaskan akan pentingnya ‘Ware House’ di tiap-tiap pasar tradisional. Seperti di katakan saat kunjungannya ke sejumlah pasar sebelumnya, pentingnya ‘Ware House’ di pasar-pasar tradisional akan menguntungkan bagi pedagang pasar terutama pedagang sembako.
“Relatif mereka (pedagang pasar) akan mendapatkan barang yang kualitasnya standart dengan harga yang standart pula. Kalau mereka bisa mengakses lebih mudah, lebih murah, maka sebetulnya itu akan memudahkan juga untuk para pembeli. Jadi pedagang bisa mendapatkan barang yang mudah, murah, aksesnya cepat, harganya standart, kualitasnya standart,” jelas Khofifah.
Masih menurut Khofifah, kenaikan harga barang yang hanya di nikmati oleh para ‘Trader’, dengan adanya ‘Ware House’ di pasar-pasar tradisional, kenaikan harga barang akan di nikmati secara adil baik ‘Trader’ maupun penjual di pasar tradisional.
Selain itu, Khofifah kembali menggaris bawahi pentingnya di bangunnya bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tiap pasar tradisional. Secara khusus, ia bahkan berharap adanya regulasi yang mengatur hal tersebut. Pinjaman lunak dengan bunga yang di subsidi pemerintah dalam KUR menurut Khofifah akan sangat membantu para pedagang pasar tradisional.
“Oleh karena itu saya berharap bahwa, segera ada regulasi yang mewajibkan di tiap pasar tradisional ada bank penyalur KUR,” pungkas Khofifah.(*)

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *