Berita Utama Lintas Daerah News Politik

Tiga Paslon Protes KPUD Nganjuk

Minta APK Hilang Segera Diganti

NGANJUK – ANJUKZONE – Di beberapa titik, pemasangan sejumlah alat peraga kampanye (APK) tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Nganjuk 2018 hilang. Diantaranya terjadi di Desa Mojoduwur, Desa Klodan, Desa Blongko, ketiganya di wilayah Kecamatan Ngetos, serta di Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Nganjuk Abdul Syukur menyampaikan, di beberapa titik pemasangan APK, gambar ketiga paslon raib. APK dalam bentuk spanduk berukuran 1,5 meter X 7 meter tersebut tiba-tiba hilang setelah dipasang.

“Kalau di Desa Blongko dan Klodan spanduk ketiga paslon yang hilang, tapi kalo di Desa Mojoduwur yang hilang punya paslon dua,” terang Ketua Panwaslu Kabupaten Nganjuk dihubungi lewat ponsel-nya, Kamis, 29 Maret 2018.

Sementara, spanduk paslon yang hilang di wilayah Kecamatan Sawahan dan di sejumlah titik, Abdul Syukur belum menerima laporan. Namun demikian, Panwaslu telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor KPUD Nganjuk untuk diganti.

Salah satu spanduk APK paslon terpasang di Jalan Bengawan Solo, Desa Ngrengket, Kecamatan Sukomoro (foto-sukadi)

Agus Rahman Hakim, Ketua KPUD Nganjuk mengaku sudah menerima laporan dari Panwaslu Kabupaten Nganjuk. Agus menyampaikan, selama belum terjadi serah terima antara pihak KPU kepada masing-masing paslon, masih menjadi tanggungjawabnya. Untuk itu, APK yang hilang tetap akan diganti.

“Kami sudah menerima laporan adanya APK ketiga paslon yang hilang. Karena sebelum diserahkan kepada masing-masing paslon, masih menjadi tanggungjawab KPU, jadi tetap harus diganti,” ujar Agus.

Pihak KPU, lanjut Agus akan berkoordinasi dengan rekanan yang memenangkan tender APK, lantaran setelah dipasang, belum diserahkan kepada panitian penerima hasil pekerjaan (PPHP) di KPU.

“Termasuk titik-titik pemasangan yang tidak pada tempatnya, seperti di batang pohon  akan kami koordinasikan untuk segera dibenahi,” tegasnya.

Menanggapi APK yang hilang, calon wakil bupati Nganjuk Marhen meminta KPU bertanggungjawab sebagai penyelenggara pemilihan bupati dan wakil bupati. APK yang hilang harus segera diganti. Sedangkan untuk Panwaslu harus ikut mengawasi keberadaan semua APK yang sudah terpasan.

Selanjutnya, kepada masyarakat, Marhen meminta ikut menjaga keharmonisan dan kekompakan serta keamanan jalannya pemilihan bupati dan wakil bupati Nganjuk.

“Termasuk ikut menjaga APK,” tegasnya.

Selain itu, bagi masing-masing paslon bersama tim sukses ikut serta memperbaiki dan membenahi jika terdapat APK yang kurang sesuai atau rusak.

“Peran media juga, ikut serta melaporkan bila mengetahui ada APK yang hilang,” tukas paslon nomor urut satu ini.

Juwahir, tim sukses (timses) paslon Hanung – Bima mengaku sudah mengetahui bila ada APK dari paslon yang didukungnya hilang di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ngetos. Untuk itu, meminta KPU untuk segera mengganti APK yang hilang.

“Itu masih menjadi tanggungjawab KPU, maka harus diganti,” kata timses paslon nomor dua ini.

Berbeda paslon nomor urut tiga, Desy – Yakin. Setelah mengetahui beberapa spanduk paslon hilang, paslon nomor urut tiga ini langsung mengajukan protes kepada KPU. “Aku barusan protes ke KPU, punyaku yang di Desa Kebonagung, Sawahan sama desa mana aku lupa, juga hilang,” terang Desy dihubungi lewat ponsel-nya.

Desy juga menyebut, cara pemasangan APK amburadul dan tidak rapi.

Data yang dihimpun, spesifikasi teknis dan gambar spanduk paslon yang dikerjakan oleh rekanan berukuran 1,5 meter X 7 meter dengan jenis bahan frontlite vinyl 440 gram, warna full colour. Jumlah halaman  satu halaman muka dengan jumlah cetak 284 desa/kelurahan X 2 jenis X 3 calon. Sehingga total seluruhnya adalah 1704 buah. Termasuk bambu atau kayu di kedua sisi spanduk, tali pengikat, dan jasa pasang ditanggung rekanan. (*)

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *