Berita Utama Lintas Daerah News

Karena Ini Tol Wilangan – Kertosono Belum Fungsional

NGANJUK – ANJUKZONE – Ruas jalan Tol Ngawi – Kertosono sepanjang sekitar 87 KM bakal diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Kamis siang, 29 Maret 2018 bertempat di Desa Klithik, perbatasan Wilangan Nganjuk dengan Saradan Madiun. Hanya, usai diresmikan, baru sekitar 50 KM yang bisa difungsikan, yakni Tol Ngawi – Wilangan, sedangkan selebihnya, Wilangan – Kertosono sepanjang 38 KM masih dalam proses pengerjaan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Machfud Arifin menyampaikan, Tol Kertosono – Wilangan baru bisa difungsikan sebelum lebaran mendatang. Diperkirakan pada H-10 lebaran, ruas jalan sepanjang 38 KM tersebut dapat difungsikan sebagai pengurai kemacetan, meski baru satu ruas jalur. Sedangkan untuk Tol Banyuwangi – Jakarta, sesuai target akan selesai pekerjaan akhir 2019.

“Sekarang masih bulan April. Jadi masih ada waktu. Kan ada termin-terminnya. Semua berjalan sesuai progresnya,” terang Kapolda didampingi Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman saat meninjau kesiapan Jalan Tol Ngawi – Kertosono menjelang peresmian oleh presiden Joko Widodo.

Mengapa ruas Tol Kertosono – Wilangan terlambat pengerjaanya dibanding daerah lain? Yudhi Dharma, Direktur Teknis Jalan Tol Wilangan menyampaikan, proyek tol di daerah Nganjuk melibatkan pemerintah daerah dan dikerjakan oleh kontraktor lain. Dimungkinkan terjadi persoalan teknis, termasuk proses pembebasan lahan yang belum selesai. Sehingga menghambat jalannya pembangunan jalan tol di Nganjuk.

“Mungkin ada permasalahan teknis lain yang saya tidak menguasai. Kalau sampai Wilangan sudah bisa difungsikan,” ujar Yudhi usai memaparkan fungsional ruas jalan Tol Ngawi – Wilangan di hadapan Kapolda Jawa Timur.

Menurut Yudhi, usai diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, akan dilakukan uji coba selama dua minggu tanpa dipungut biaya. Ini sekaligus sebagai uji kelayakan jalan. Sedangkan untuk tarif, bila jalan tol berfunsgi, pengguna jalan dikenakan biaya Rp 1.000 – Rp 1.100 per kilometer untuk golongan 1. Sedangkan untuk golongan 2 ditarif 1,5 kali tarif golongan 1.

“Yang golongan 2, yaitu kendaraan yang besar-besar seperti trailer atau truk,” tukas Yudhi.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *