Birokrasi Lintas Daerah News

Gathut Winarno, SE : Turun Gunung Jaring Aspirasi Warga Pinggiran

Jalan Rusak Konstituen Keluhkan Angkut Hasil Panen

NGANJUK – ANJUKZONE – Periode pertama masa reses 2018, seluruh anggota DPRD Nganjuk turun gunung, menjaring aspirasi konstituennya. Mereka turun dari desa ke desa, di tiap daerah pemihan (Dapil)-nya. Hasilnya, dibawa ke rapat komisi untuk dilanjutkan ke sidang paripurna sebagai bahan menyusun program-program anggota dewan.

Gathut Winarno, SE, anggota DPRD Nganjuk komisi II, selama masa reses banyak menyerap aspirasi masyarakat, dari Dapil II. Politisi asal Partai NasDem ini mendatangi tiga wilayah kecamatan dari empat kecamatan di Nganjuk yang menjadi Dapil-nya. Yakni Kecamatan Bagor, Kecamatan Nganjuk dan Rejoso.

“Untuk masa reses pertama ini, kami baru bisa menyerap aspirasi dari tiga wilayah kecamatan. Tapi semua dapil pasti akan kami datangi, untuk kami gali aspirasinya,” terang anggota dewan yang baru saja dikukuhkan sebagai anggota dewan pergantian antar waktu ini, di Desa Musirlor, Minggu malam, 18 Maret 2018.

Gatot Suwito, tokoh masyarakat Desa Musirlor, Kecamatan Rejoso (foto-sukadi)

Di hadapan warga Desa Musirlor, Kecamatan Rejoso, Gathut banyak menyerap aspirasi dari warga petani. Rata-rata warga petani mengeluhkan akses jalan desa yang menjurus antar desa yang kondisinya rusak parah. Akses jalan yang sehari-hari digunakan sebagai sarana mengangkut hasil panen tersebut, sangat mengganggu warga petani bila musim panen tiba. Lebih-lebih bila bersamaan dengan turun hujan, warga petani terpaksa menunda membawa pulang hasil panennya di sawah, menunggu hujan reda.

“Akses jalan desa itu vital bagi petani untuk membawa pulang hasil panen. Tapi sekarang ini kondisi jalan rusak parah, sulit dilalui. Apalagi kalau hujan turun, kondisi jalan licin, dan berlubang. Untuk itu, kami mengusulkan kepada bapak dewan (Gatut Winarno,Red) untuk memperhatikan keluhan warga petani Desa Musir, agar jalan yang menghubungkan Desa Musirlor dengan desa-desa lain di sebelah utara, segera diperbaiki,” ujar Gatot Suwito, tokoh masyarakat Desa Musirlor.

Winarno, warga Desa Musirlor, Kecamatan Rejoso (foto-sukadi)

Hanya, beberapa warga masih awam tentang tata cara menyampaikan aspirasi ke dewan. Rata-rata warga menunggu ada anggota dewan yang turun, menyapa warga pemilihnya. Padahal, selama ini, warga Musirlor mengaku kesulitan untuk bisa bertemu anggota dewan yang menjadi wakilnya.

“Sebenarnya di desa itu banyak masalah yang perlu diusulkan lewat wakil rakyat. Tapi bagaimana caranya, warga masih kesulitan. Apakah lewat anggota dewan saat reses, lewat surat, atau datang berbondong-bondong ke kantor dewan,” ucap Winarno, warga setempat.

Menanggapi aspirasi warga Musirlor, Gatut Winarno menyampaikan, masa reses yang dilakukan oleh anggota dewan adalah unutuk menjaring permasalahan warga di Dapil-nya masing-masing. Untuk itu, semua aspirasi yang disampaikan, ditampung untuk digunakan sebagai bahan pembahasan dalam rapat komisi. Termasuk masalah jalan rusak yang ada di Desa Musirlor, Gathut berinisiatif untuk mengawal hingga pembangunan infrastruktur jalan desa tersebut segera terealisasi.

Sedangkan tata cara menyalurkan aspirasi warga, Gathut menandaskan. Selain lewat reses anggota dewan, warga bisa menyalurkan lewat musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes), dilanjutkan ke Musrenbangcam. Atau bisa langsung datang ke kantor DPRD Nganjuk.

“Aspirasi bisa juga lewat Musrenbangdes, nanti kalau sudah sampai tingkat kabupaten, pembahasannya pasti melibatkan anggota dewan,” tukasnya.(adv/sukadi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *