News Politik Regional

27.876 Warga Nganjuk Terancam Tidak Nyoblos

Belum Miliki KTP-E Tersebar di 2.079 TPS

NGANJUK – ANJUKZONE – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nganjuk masih memiliki pekerjaan rumah (PR) cukup rumit terkait persiapan pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 27 Juni 2018 mendatang. Kendati sudah dilakukan rekapitulasi daftar pemilih (DPS), KPU masih harus menyelesaikan, sedikitnya 27.876 pemilih potensial yang belum memiliki KTP elektronik (KTP-E).

Komisioner KPUD Nganjuk Devisi Perencanaan dan Data, Muchiyin menyampaikan, berdasarkan jumlah hasil rekapitulasi daftar pemilih potensial non-KTP-E tersebut, di kabupaten Nganjuk tersebar di 2.079 tempat pemungutan suara (TPS) atau ada di 284 desa/kelurahan.

“Jumlah itu ada di tiap desa/keluarahan di 20 kecamatan di Nganjuk, bahkan sampai ke tingkat TPS ada pemilih potensial yang belum memegang keping KTP elektronik,” terang Muchiyin usai rapat pleno terbuka penetapan DPS pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur atau Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk 2018 di Hotel Nirwana, Kamis, 15 Maret 2018 lalu.

rapat pleno terbuka penetapan DPS pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur atau Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk 2018 di Hotel Nirwana, Kamis, 15 Maret 2018(foto-sukadi)

Data tersebut, lanjut Muchiyin diketahui setelah dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh tiap anggota PPS secara serentak. Hasilnya diplenokan di tingkat PPK, baru terakhir disetorkan ke KPU.

Dengan data tersebut, Muchiyin menyebut, jumlah yang tidak sedikit bagi calon pemilih potensial yang belum memiliki keping KTP Elektronik. Ini dimungkinkan, di antara mereka sudah melakukan perekaman dan menerima surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk, tapi keping KTP-E belum keluar. Bisa jadi, sebagian ada yang sama sekali belum mengurus.

“Kalau yang sudah mengurus dan perekaman tidak ada masalah, tinggal nunggu keping KTP Elektronik keluar, tapi bagi yang belum ngurus sama sekali akan kami tindaklanjuti hingga ke tingkat TPS,” ujar Muchiyin.

Kendati demikian, pihak KPU bekerjasama dengan PPS akan mendata kembali calon pemilih potensial hingga ke tingkat desa, seluruh wilayah kecamatan di Nganjuk. Mereka yang sudah berumur 17 tahun atau pada saat pencoblosan tanggal 27 Maret 2018 nanti sudah genap 17 tahun akan dibantu agar memiliki KTP Elektronik.

“Karena pemilih potensial itu sudah punya hak politik untuk memilih dalam pemilu,” tukasnya.

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *